SAMPIT – Sekretaris Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Yolanda Lolita menyampaikan, penting untuk melibatkan para orang tua dan wali peserta didik dalam proses pendidikan inklusif. Sehingga para orangtua harus diberikan pemahaman tentang bagaimana pendidikan inklusif.
“Yaitu dalam membantu anak-anak mereka untuk berkembang secara optimal, dalam hal ini kepala sekolah memiliki peran sebagai penghubung antara sekolah, orang tua dan masyarakat,”ujarnya, Senin 7 Oktober 2024.
Lanjutnya, dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, selain kepala sekolah juga guru adalah garda terdepan dalam implementasi pendidikan inklusif.
“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pelatihan dan pendampingan yang memadai kepada guru-guru kita, agar mereka siap dalam menghadapi tantangan dan dalam mengajar peserta didik yang berkebutuhan khusus,”tegasnya.
Beberapa prinsip pendidikan inklusif, antara lain, menerima perbedaan kemampuan dan cara belajar setiap anak, menyediakan pembelajaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar individual.
Kemudian tambahnya, mengelola ruang kelas yang inklusif, bekerjasama dengan orang tua, terapis, dan profesional lainnya serta membangun hubungan yang positif dengan siswa dan menyediakan dukungan individu.
Sementara itu anggota DPRD kabupaten Kotim Mariani menyampaikan pihaknya juga mendukung kesetaraan dalam setiap satuan pendidikan terutama untuk penerimaan penyandang disabilitas di sekolah reguler.
“Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi setiap individu di daerah ini. Terlihat banyak sekali penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus yang tertarik untuk bersekolah di sekolah reguler, bahkan tercatat ada 132 anak disabilitas di Kotim yang masuk ke sekolah reguler,”bebernya.
Namun tentunya kata Mariani, pembukaan secara umum untuk penyandang disabilitas ini harus juga dibarengi dengan sumber daya manusia yang memadai untuk menangani anak berkebutuhan khusus pada sekolah reguler sehingga pada saat pembelajaran maupun penilaian bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang bersangkutan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post