SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah menyampaikan, kerjasama antar sekolah bisa menjadi motivasi untuk lebih maju dan meningkatkan mutu pendidikan masing-masing sekolah. Hal itu disampaikannya saat menyaksikan pameran hasil karya siswa se Kecamatan Baamang yaitu panen karya.
“Ini memang salah satu dari kegiatan yang dituntut dalam penerapan kurikulum merdeka belajar, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada guru-guru di Kecamatan Baamang. Karena mereka bisa menampilkan karya-karya dari anak-anak dan berkolaborasi dengan orangtua serta guru bagaimana proyek penerapan profil pelajar pancadila (P5) bisa berlangsung,”ujarnya, Selasa 30 Juli 2024.
Menurutnya, ia sangat mengapresiasi terutama karena banyak edukasi dalam kegiatan ini, ada daur ulang, makanan tradisional, kegiatan lainnya juga termasuk pentas seni. Jadi tidak hanya karya-karya anak saja namun ada unsur seni juga.
“Harapan kami kedepannya memang ini terus dilaksanakan. Dan Alhamdulillah di Kecamatan Baamang ini sudah ke dua kalinya pada tahun pelajaran 2023/2024. Karena setiap semester biasanya dianjurkan adanya pameran hasil karya, nah di Kecamatan Baamang ini tidak masing-masing sekolah, semua disatukan, saya sangat senang dengan ajang kerjasama antar sekolah seperti ini,”kata Irfan.
Menurutnya, dari kegiatan ini akan ada kompetisi hasil pembelajaran yang bisa dilihat semua. Sementara di tingkat kabupaten biasanya dari provinsi akan ada hasil karyanya per kecamatan.
“Rencana kami tahun ajaran depan mungkin dari 17 kecamatan yang ada di Kotim akan menampilkan satu-satu yang mana unggulan-unggulan di daerah mereka, yakni hasil dari seleksi masing-masing kecamatan pada tahun ajaran 2025/2026. Karena kurikulum merdeka belajar ini menjadi kurikulum nasional baru tahun 2024, jadi Gebyar Merdeka akan kita gelar tahun depan setelah semua sekolah pada 2024 ini sudah menerapkan kurikulum yang sama,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post