SAMPIT – Guru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta agar menanamkan sejak dini kepada peserta didik untuk cinta dan paham terhadap rupiah. Agar mata uang Indonesia tersebut lebih dihargai dan dijaga lagi dari kejahatan uang palsu.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi Training Of Trainers (OTO) Cinta Bangga Paham Rupiah yang digelar Bank Indonesia (BI) kepada guru-guru kita di Kotim, ” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M. Irfansyah, Jumat, 12 Juli 2024.
Disampaikan, rupiah adalah mata uang negara bukan hanya alat transaksi ekonomi tetapi juga simbol kedaulatan dan identitas bangsa. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang rupiah sangat penting untuk ditanamkan sejak dini khususnya kepada generasi muda kalangan pelajar yang akan menjadi penerus bangsa.
“Guru-guru setelah mendapat pemahaman dari BI, mereka akan kembali mengajarkan atau menanamkan kepada peserta didik cara menjaga dan cinta kepada rupiah ini,” terangnya.
Dijelaskan, dalam era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini tentangan terhadap stabilitas dan kepercayaan terhadap mata uang negara Indonesia semakin besar.
Masyarakat sudah tidak asing dengan yang namanya uang elektronik, yakni menggunakan rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. Oleh karena itu, melalui kegiatan OTO Cinta Bangga Dan Paham Rupiah ini diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan yang komprehensif dan keterampilan yang mempuni untuk menjadi agen edukator di lingkungan masing-masing khususnya di lingkungan satuan pendidikan.
“Cinta Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah, memerlukan rupiah secara tepat dan menjaga rupiah dari kejahatan uang palsu, ” ujarnya.
Lanjutnya, bangga rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah simbol kedaulatan NKRI dan alat pemersatu bangsa. Selain itu juga, paham rupiah adalah kemampuan masyarakat memahami peran rupiah dalam peredaran uang stabilitas ekonomi dan fungsinya sebagai alat penyimpan nilai kemampuan untuk bertransaksi berbelanja dan tentunya berhemat.
“Kita harus benar-benar menyadari bahwa upaya yang dapat kita lakukan untuk memperkuat perekonomian nasional dan membangun bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat adalah dengan menjaga dan menggunakan rupiah dengan bijak,” tutupnya.
(dev/matakalteng)






















Discussion about this post