SAMPIT – Dalam pelaksanaan gelar karya projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) sebagai implementasi kurikulum merdeka, SDN 9 Baamang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memamerkan gaun mewah yang dibuat dari limbah sampah bekas.
“Gaun itu mereka paradekan dan digunakan oleh sejumlah siswi, sehingga terlihat sangat bagus. Dan juga tidak kalah menariknya dari gaun-gaun diluaran sana yang biasanya di dapatkan dengan harga mahal,”kata Kasi Kurikulum dan Pembinaan SD Disdik Kotim, Akbar, Kamis 21 Desember 2023.
Lanjutnya, hal ini masuk dalam pembelajaraan pengelolaan sampah yaitu reduce, reuse dan recycle. Ia sangat mengapresiasi gaun buatan dari SDN 9 Baamang Tengah, yang telah berhasil menerapkan pembelajaran tersebut.
“Selain berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Daur Ulang bermanfaat memenuhi kebutuhan lainnya, misal untuk membuat pot bunga dari limbah plastik, serta bisa dijadikan gaun seperti yang dipraktikkan SDN 9 Baamang Tengah ini,”ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Akbar, melalui kegiatan ini pula peserta didik bisa menumbuhkan kreativitasnya untuk berkreasi dengan gaun masing-masing menggunakan sampah daur ulang tersebut. Sehingga imajinasi anak bisa berkembang dan tidak jarang pula dapat memunculkan bakat terpendam mereka.
Hal ini ujarnya, secara tidak langsung juga mengajarkan kepada siswa untuk melakukan pengelolaan sampah. Bila sampah tidak dikelola dan hanya langsung dibuang ke lingkungan maka akan mengurangi nilai kebersihan dan keindahan, mengurangi kenyamanan, menjadi media penularan penyakit (lalat, tikus, nyamuk, kecoa), menurunkan kualitas lingkungan (pencemaran udara, pencemaran tanah dan sumber air), dampak polutan B3 (limbah industry, pertambangan, cat, buangan gas kendaraan bermotor, baterai bekas, kaleng).
“Hal tersebut secara akumulasi menyebabkan gangguan kesehatan antara lain kanker, gangguan fungsi hati, gangguan ginjal dan gangguan syaraf,” bebernya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post