SAMPIT – Saat ini khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah banyak sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka dan menjalankan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) terutama melaksanakan gelar karya untuk mendukung implementasi P5 ini.
“Melalui apresiasi gelar karya dalam P5 ini diharapkan membantu peserta didik mengenal jati dirinya dan sekaligus memahami pluralitas identitas bangsanya,” kata Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kotim, Akbar, Sabtu 21 Oktober 2023.
Pada giliranya ujarnya, mereka akan mampu menghormati perbedaan dan keanekaragaman serta secara arif menerima realitas pluralitas budaya masyarakat Indonesia.
“Gelar karya merupakan ajang pameran hasil karya peserta didik selama proses pembelajaran. Dalam gelar karya, peserta didik diberikan ruang dan waktu untuk menampilkan ide maupun inovasi yang telah dikembangkan sesuai kelompoknya,” jelasnya.
Sementara Gelar Karya P5 adalah sebuah acara yang bertujuan untuk memperlihatkan dan menghargai kebolehan siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan keterampilan serta kreativitas mereka.
“Secara global gelar karya ini memang tidak wajib. Namun, dari segi alur pelaksanaan P5, gelar karya sangat penting sebagai wujud aksi nyata. Gelar karya akan memfasilitasi peserta didik untuk memperlihatkan proyek yang berhasil dibuatnya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post