SAMPIT – Berdasarkan rekap data Drop Out (DO) dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) Pusdatin Kementrian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemdikbud Ristek) tahun 2023 tergambar tingginya Angka Anak Putus Sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kotim meraih peringkat pertama atau tertinggi Angka Anak Putus Sekolah (ATS) di Kalimantan Tengah dengan total 6.273 orang. Dengan rincian ada sebanyak 2.553 peserta didik yang Drop Out atau berhenti ditengah pendidikan dan ada 3.720 siswa yang tidak melanjutkan sekolahnya ke SMP atau SMA sederajat.
Hal ini tentu saja sangat mengejutkan, ditengah gencarnya keinginan daerah ini untuk bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan menjangkau semua kalangan.
Deny Hidayat, Praktisi Pendidikan Kotim menyampaikan bahwa memang hal ini sangat mengejutkan dan miris sekali, karena upaya pengingkatan taraf pendidikan masyarakat seharusnya menjadi perhatian semua pihak terutama di dinas pendidikan kotim sebagai instansi teknis yang menangani pendidikan.
“Data Anak Putus Sekolah (ATS) ini tentu saja sangat merugikan dan preseden buruk di dunia pendidikan kotim, karena banyaknya anak yang putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikannya,” tutur Deny, Senin 28 Agustus 2023.
Deny yang juga Ketua ICMI Kotim ini menambahkan, memang banyak faktor yang mempengaruhi siswa putus sekolah, baik dari segi ekonomi, sosial kemasyarakatan, keluarga dan akses sekolah. Namun, seharusnya hal tersebut sudah dipetakan dan dapat diantisipasi.
“Pemerintah daerah Kotim seharusnya cepat bertindak dengan adanya data Angka Anak Putus Sekolah ini, seharusnya segera membentuk tim akselerasi untuk mencari solusi cepat mengatasinya, jangan hanya berdiam diri dan terkejut saja saat melihat banyaknya angka anak putus sekolah di Kotim,” tutupnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post