SAMPIT – Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat sejumlah sekolah khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih belum leluasa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), dimana PTM dilakukan secara terbatas.
Meski demikian, khususnya untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) pemerintah tetap mengutamakan agar dilaksanakan PTM. Mengingat para siswanya memerlukan pendampingan khusus.
Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Penyelenggaraan Tugas Pembantuan untuk SMK dan SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Asyari mengatakan, Kotim memiliki 5 SLB yang semuanya mengutamakan PTM.
“Selama pandemi memang ada sesekali dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara online, namun pihak sekolah lebih menekankan pada PTM. Karena mereka di SLB ini harus didampingi dan dituntut untuk pengajaran wirausaha seperti membuat kue dan lainnya,” ujarnya, Selasa 8 Juni 2021.
Meski diketahui para siswanya tidak sebanyak sekolah pada umumnya, namun pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dilakukan secara ketat. Misalnya SLB yang ada di daerah Baamang hanya ada 20 siswa, dan masuknyapun bertahap. “Lebih banyak dilakukan tatap muka, karena orang tuanya juga kesulitan kalau belajar di rumah,” ungkapnya.
Untuk pengawasannya ujar Asyari, langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim dan juga petugas Puskesmas setempat serta melibatkan RT di lingkungan sekitar. “Karena SLB ini sangat riskan dan harus ada perhatian serta pengawasan khusus, terlebih lagi saat pandemi,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post