SAMPIT – Calon Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur nomor urut 3 yaitu HM Taufiq Mukri tidak dapat hadir dalam debat publik pertama yang dilaksanakan pada Senin 23 November 2020 malam. Meski demikian, kegiatan tetap tetap berlangsung dimulai pukul 19.00 WIB, dibuka oleh Ketua KPU Kotim, Siti Fatonah Purnaningsih.
“Ada satu Calon Bupati yang tidak hadir dalam debat malam ini yaitu dari nomor 3,” tutur Siti Fatonah. Alasan ketidak hadiran calon Bupati ini lantaran dalam keadaan sakit. Namun meski demikian, debat publik tetap dilaksanakan dan Paslon PANTAS dihadiri oleh H Supriadi.
Hal ini juga sesuai dengan koordinasi antara pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sesuai dengan rencana awal. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu sehingga kegiatan ini tetap dilakukan,” tambahnya.
Sedangkan untuk Paslon yang lain seperti Pasangan Halikinnor-Irawati (HARATI), Hj Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad (SUPER) dan M Rudini-H Samsudin (CAHAYA) tampak terlihat dan siap dalam melakukan debat tersebut.
Debat Publik tersebut lebih terfokus bagaimana langkah konkret bagi Paslon dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat selama ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dimasa pandemi Covid-19.
“Debat ini untuk mengetahui langkah Konkret dan logis dalam meningkatkan meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menyelesaikan persoalan daerah Kabupaten Kotawaringin Timur dimasa pandemi Covid-19,” tutup Siti Fatonah Purnaningsih.
Lanjutnya, untuk mekanisme debat ini telah diatur dalam peraturan KPU nomor 13 tahun 2020. Dimana pada masa pandemi ini ada hal yang berbeda salah satunya membatasi yang hadir saat debat ini. “Hanya 4 orang tim pemenangan beserta paslon dan 5 orang petugas KPU Kotim serta 2 orang Bawaslu,” sebutnya.
“Kami juga melibatkan masyarakat untuk memberikan pertanyaan dan aspirasi-aspirasi. Dimana semuanya kami serahkan kepada tim panelis yang kemudian akan diolah menjadi beberapa pertanyaan saat debat ini,” tambahnya.
Terkahir, Siti Fatonah mengajak masyarakat untuk mentukan pilihan, dan jangan merusak kedaulatan dengan money politik. “Kami berkomitmen melakukan semua tahapan dengan jujur dan adil bergitu juga semua paslon kami harapkan tetap melakukan tahapan dengan jujur adil dan bermartabat,” tutupnya.
(dev/dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post