PALANGKA RAYA – Menjelang datangnya musim kemarau, masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, masyarakat juga diminta mulai menerapkan pola hidup hemat air untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi menegaskan musim kemarau kerap menjadi periode rawan terjadinya karhutla. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak luas bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Setiap tahun kita selalu menghadapi ancaman karhutla saat kemarau. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekecil apa pun itu,” ujarnya, Senin 20 April 2026. Hasan mengatakan kebakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan sekitar.
Karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. Menurutnya, ketersediaan air bersih biasanya mengalami penurunan ketika kemarau mencapai puncaknya.
“Mulai sekarang biasakan hemat air. Gunakan air seperlunya untuk kebutuhan sehari-hari agar kita tidak mengalami kekurangan saat puncak kemarau nanti,” katanya. Selain mengimbau masyarakat, Hasan meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan sosialisasi dan pengawasan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan.
Ia berharap kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat. Dengan demikian, potensi karhutla di Kota Palangka Raya dapat diminimalisir sehingga aktivitas warga tetap berjalan normal. “Peran masyarakat sangat penting. Kalau kita sama-sama menjaga, risiko karhutla bisa ditekan,” ucapnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post