KASONGAN – Mars Penyang Hinje Simpei yang menjadi kebanggaan masyarakat Katingan dinilai belum dikenal luas oleh generasi muda. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Katingan, H Fahmi Fauzi, yang menyoroti minimnya pelajar hingga aparatur pemerintah daerah yang hafal lirik mars tersebut.
Menurut Fahmi Fauzi, kondisi itu terlihat jelas saat upacara peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Katingan di Lobi Kantor Bupati, baru-baru ini. “Lagu Mars Penyang Hinje Simpei memang dibawakan pada upacara itu. Namun saya yakin sebagian besar pelajar belum hafal,” ungkapnya, Minggu 17 Agustus 2025.
Politisi Partai NasDem tersebut menilai persoalan ini bukan akibat kurangnya sosialisasi, melainkan karena mars daerah hampir tidak pernah diajarkan atau diperdengarkan di sekolah-sekolah. “Selama ini, mars tersebut tidak pernah diikutsertakan dalam pendidikan di sekolah, sehingga kurang familiar di telinga pelajar,” jelasnya.
Untuk itu, Fahmi Fauzi mendorong agar Mars Penyang Hinje Simpei dan Mars Kalimantan Tengah dapat disisipkan dalam mata pelajaran muatan lokal. Menurutnya, langkah ini akan memperkuat kecintaan pelajar terhadap identitas daerah. “Mestinya muatan lokal di sekolah disisipkan mars daerah, supaya tidak hanya didengar saat perayaan HUT Kabupaten,” katanya.
Lebih jauh, Fahmi Fauzi juga mengingatkan bahwa sebagian pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan kemungkinan besar juga belum menguasai mars tersebut. “Kalau dites, saya yakin masih banyak pegawai yang tidak hafal. Padahal, ini penting sebagai bentuk identitas dan kebanggaan bekerja di pemerintahan,” tegasnya.
(anr/matakalteng.com)






















Discussion about this post