PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mendorong pengembangan produk makanan lokal sebagai cendera mata atau oleh-oleh khas daerah. Menurutnya, hingga saat ini, identitas kuliner khas Kalteng masih belum menonjol jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Kalau orang datang ke Palangka Raya lalu pulang, sering masih bertanya: makanan khasnya apa?” ujar Sugiyarto, Kamis 4 September 2025. Dia mencontohkan sejumlah daerah yang telah mengembangkan produk khas, seperti kerupuk di Seruyan dan Sukamara, hingga amplang yang kini tidak hanya dikenal di Samarinda, tetapi juga mulai diproduksi di Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Seruyan.
Namun, ia menegaskan pentingnya setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing agar tidak kehilangan identitas. “Produk-produk yang sudah ada perlu dibina lebih lanjut. Bisa jadi kemasannya kalah bersaing dengan daerah lain, atau rasanya masih perlu inovasi agar lebih menarik,” jelasnya.
Sugiyarto menyebutkan, beberapa daerah di luar Kalteng, seperti Kalimantan Selatan, hampir setiap desa memiliki UMKM dengan produk khasnya sendiri. Hal ini menurutnya patut menjadi contoh bagi daerah-daerah di Kalteng yang masih kesulitan menonjolkan makanan khas lokalnya. “Saya sendiri dulu 10 tahun di Lamandau, ketika ada tamu, sering bingung mencari makanan khas. Padahal dulu sempat dikembangkan kerupuk talas, tapi sampai sekarang belum jelas kelanjutannya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti potensi produk seperti Soto Manggala di Pangkalan Bun yang dinilainya sudah dikenal secara nasional, namun penyebaran dan jumlah penjualnya masih terbatas. “Padahal seharusnya bisa lebih umum, seperti Soto Lamongan di Jawa yang ada hampir di semua daerah,” tambahnya. Menurut Sugiyarto, pemerintah provinsi melalui dinas terkait harus mengambil peran lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan intervensi, terutama bagi UMKM yang memiliki potensi membawa identitas daerah.
“Harus ada makanan khas di tiap daerah, sehingga saat orang datang bisa menikmati sesuatu yang unik, dan saat pulang bisa membawa oleh-oleh khas. Ini yang perlu terus dibina oleh UMKM di Kalimantan Tengah secara keseluruhan,” tegasnya. Dia berharap, dengan penguatan produk lokal yang memiliki identitas dan pasar jelas, Kalimantan Tengah dapat sejajar dengan daerah lain yang telah berhasil mengangkat produk khas mereka menjadi ikon nasional.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post