PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat penataan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Palangka Raya, yakni RTH eks-KONI dan RTH eks-transmigrasi.
Kedua kawasan ini diharapkan dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan estetik bagi masyarakat. Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng, Juni Gultom, menyampaikan bahwa RTH eks-KONI ditargetkan selesai lebih cepat pada tahun ini, sedangkan penataan RTH eks-transmigrasi akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2026.
“Kita tahun ini menyelesaikan RTH eks-KONI, kemudian juga menyelesaikan secara bertahap yang eks-RTH transmigrasi,” jelas Juni Gultom kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kalteng, Kamis 3 Juli 2025. Mengenai anggaran, ia menegaskan tidak ada penambahan dana untuk proyek ini. Pihaknya tetap mengoptimalkan dana yang sudah dialokasikan dalam APBD murni.
“Untuk tambahan tidak ada, tetap mengoptimalkan dana yang ada di APBD murni,” tegasnya. Juni juga menargetkan bahwa RTH eks-KONI akan rampung pada November atau Desember tahun ini. Sementara itu, penataan RTH eks-transmigrasi akan berlangsung secara bertahap hingga selesai pada 2026. “Target selesainya kita pastikan selesai November atau Desember tahun ini untuk eks-KONI. Yang transmigrasi bertahap sampai dengan 2026,” ujarnya.
Kedua RTH tersebut akan difungsikan sebagai ruang publik multifungsi. “Nantinya, di sana akan ada tempat kuliner, taman bermain anak-anak, taman kota, serta area penghijauan untuk memperindah kota,” papar Juni. Terkait desain kawasan, ia menjelaskan bahwa untuk RTH eks-KONI direncanakan dilengkapi dengan terowongan demi menjaga estetika kota.
“Kita mengutamakan terowongan dulu karena menurut estetika kota lebih tepatnya kita menyelesaikan terowongannya dulu,” ujarnya. Namun, ia menambahkan bahwa hanya RTH eks-KONI yang dilengkapi dengan terowongan, sementara untuk RTH eks-transmigrasi, desainnya masih dalam tahap penyesuaian. “Sementara yang pakai terowongan hanya yang di eks-KONI.
Untuk yang transmigrasi masih kita sesuaikan dengan arsitektur kota, dan mudah-mudahan tidak mengganggu estetika kota di daerah Bundaran,” jelasnya. Dengan selesainya dua RTH ini, Pemprov Kalteng berharap dapat menyediakan lebih banyak ruang terbuka yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung keindahan kota serta kenyamanan masyarakat. Ruang-ruang publik ini diharapkan menjadi pusat interaksi sosial sekaligus memperkuat identitas Palangka Raya sebagai kota hijau yang ramah lingkungan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post