PALANGKA RAYA – Bangsa Indonesia dikenal kaya akan adat dan budaya. Berbagai festival dan budaya yang ada di Indonesia menjadi bagian dari identitas bangsa sehingga perlu dijaga dan dipertahankan agar tidak hilang.
Festival Babukung yang diadakan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu adalah salah satu dari sekian banyak festival budaya yang memiliki nilai tinggi dalam pelestarian identitas bangsa. Festival Babukung bukan sekedar ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi alat untuk mempromosikan pariwisata daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sugiyarto, anggota DPRD Kalteng yang menyampaikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya lokal seperti Festival Babukung sebagai salah satu identitas bangsa.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tradisi ini agar tidak punah di tengah arus modernisasi,” ujarnya, Kamis 15 Agustus 2024.
Festival Babukung sendiri menampilkan berbagai tarian topeng suku Dayak Tomun yang menjadi sorotan nasional. Selain untuk mengenalkan budaya Dayak kepada masyarakat luas, festival ini juga dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mempromosikan festival ini bisa menarik wisatawan domestik maupun internasional yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Festival Babukung tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tapi juga dapat menjadi momen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Hal ini penting agar masyarakat sekitar dapat merasakan dampak positif dari festival yang diadakan. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan swasta dapat menjadi sinergi yang penting dalam penyelenggaraan Festival Babukung agar acara ini bisa berkelanjutan dan lebih meriah.
“Mari kita dukung kegiatan pelestarian budaya seperti Festival Babukung agar tradisi serta identitas bangsa ini tetap terlestarikan bagi generasi mendatang,” serunya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post