PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siswandi mengatakan bahwa rumah sakit rujukan tipe B diperlukan untuk wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sebagai upaya pemerataan perhatian terhadap sektor kesehatan di Kalteng. Saat ini wilayah tengah dan barat sudah memiliki rumah sakit rujukan tersendiri.
“Dengan dibangunnya rumah sakit tipe B di Hanau Kabupaten Seruyan maka wilayah barat sudah memiliki rumah sakit rujukan, di wilayah tengah ada RSUD Doris Sylvanus, tinggal hanya wilayah timur yang belum, yakni DAS Barito,” ungkapnya, Kamis 25 April 2024.
Legislator asal Dapil Kalteng IV, yang meliputi DAS Barito ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng pernah diusulkan terkait pembangunan rumah sakit rujukan di wilayah DAS Barito. Namun terkendala anggaran, sehingga rumah sakit di Muara Teweh ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah DAS Barito.
“Sementara itu, kita minta agar rumah sakit di Muara Teweh ini kelasnya dinaikan dan sarana prasarana, tenaga medis hingga fasilitas pendukung supaya diperhatikan atau ditambah sehingga memadai,” ujarnya. Namun, untuk jangka panjang, pembangunan rumah sakit rujukan tipe B di wilayah DAS Barito harus menjadi prioritas, terlebih lagi DAS Barito berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia di Provinsi Kaltim.
“Terlepas dari itu, kita juga meminta agar sektor kesehatan di wilayah pelosok di DAS Barito diperhatikan seperti sebaran tenaga kesehatan harus merata serta peningkatan sarana prasarana yang ada,” pungkasnya.
Diharapkan, dengan dibangunnya rumah sakit rujukan tipe B di wilayah DAS Barito, akan memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut dan menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam memberikan perhatian pada sektor kesehatan yang merupakan hak setiap warga negara.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post