PALANGKA RAYA – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait vaksinasi bagi anak hingga usia remaja. Namun adanya wacana kebijakan masih belum dibarengi dengan kejelasan prosedur atau mekanisme pemberian vaksin bagi anak.
Hal ini mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Ina Prayawati. Menurutnya, terkait prosedur pemberian dan mekanisme mendapatkan vaksin bagi anak banyak dipertanyakan oleh masyarakat.
“Saat melaksanakan reses ke daerah tidak sedikit masyarakat yang menanyakan bagaimana cara memperoleh vaksin bagi anak dan remaja,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan, Kamis 19 Agustus 2021.
Lebih lanjut Ina menyarankan agar dinas terkait lebih gencar mensosialisasikan bagaimana cara memperoleh vaksin bagi anak dan remaja, tata cara mendaftar dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menurut Ina, animo masyarakat cukup tinggi untuk mendapatkan vaksin bagi anak dan remaja, sehingga perlu mendapat perhatian.
Kami dari kalangan dewan juga siap membantu mensosialisasikan kepada masyarakat berkaitan mekanisme vaksinasi massal bagi anak-anak dan remaja di wilayah Kalteng,” ujar Wakil rakyat asal pemilihan Kalteng IV meliputi Kabupaten Barsel, Bartim, Barut dan Murung Raya ini.
Ina menilai vaksinasi bagi anak dan remaja sangat penting mengingat aktivitas anak-anak atau remaja cukup tinggi. Ditambah lagi katanya bagi anak-anak atau remaja yang harus mengikuti kegiatan orang tuanya, ataupun untuk keperluan sekolah atau menuntut ilmu di luar Kalteng.
“Anak-anak atau remaja juga kesulitan ikut orang tua atau sekolah di luar Kalteng kalau belum di vaksin. Karena salah satu syarat perjalan adanya sertifikat vaksin,” katanya. Dikatakan Ina, bahwa saat ini anak-anak atau remaja mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin, karena tidak ada KTP, sebagai syarat mendaftar vaksin secara langsung atau online.
“Anak-anak dan remaja yang belum punya KTP sulit dapat vaksin. Diharapkan hal ini mendapat perhatian instansi terkait,” harapnya. Ina juga menyarankan agar pelaksanaan vaksin bagi anak-anak dan remaja dapat dilakukan di lingkungan sekolah masing-masing. “Vaksinasi bagi anak-anak atau remaja agar lewat sekolah-sekolah karena mereka yang lebih jumlah dan kebutuhan anak-anak didiknya,” pungkasnya
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post