SAMPIT – Munculnya grup media sosial yang viral dan dinilai meresahkan warga di Sampit mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Wakil Bupati Kotim Irawati meminta aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan fakta di balik keberadaan grup tersebut.
“Saya minta aparat segera menelusuri, termasuk isi dan tujuan dibuatnya grup tersebut. Perlu dipastikan apakah hanya sekadar dibuat untuk menarik perhatian atau memang ada aktivitas tertentu di dalamnya,” ujar Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis 16 April 2026.
Menurutnya, laporan terkait grup tersebut sebelumnya telah diteruskan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim kepada pihak berwenang. Langkah itu diharapkan dapat membantu mengungkap apakah aktivitas di dalam grup tersebut benar-benar mengarah pada hal yang meresahkan masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa grup tersebut diikuti lebih dari seribu anggota dengan sebagian besar akun menggunakan identitas anonim. Di dalamnya tidak hanya terjadi perkenalan antaranggota, tetapi juga percakapan intens hingga ajakan untuk bertemu secara langsung.
“Sebagai wakil kepala daerah sekaligus orang tua, tentu saya merasa prihatin. Kita tidak ingin hal seperti ini berkembang di lingkungan anak-anak kita,” katanya.
Irawati menilai, perkembangan teknologi digital memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, namun di sisi lain juga membuka peluang munculnya berbagai konten yang tidak sesuai bagi generasi muda jika tidak diawasi dengan baik.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memantau aktivitas anak saat menggunakan gawai maupun saat mengakses media sosial.
“Saya mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak saat menggunakan gadget, termasuk saat mengakses media sosial,” pesannya.
Ia menambahkan, meskipun sejumlah platform digital telah menerapkan batasan usia pengguna, praktik di lapangan menunjukkan masih banyak anak yang dapat mengakses berbagai layanan digital tanpa pengawasan memadai.
“Yang terpenting, kita ingin anak-anak di Sampit terlindungi dari hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para remaja agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang berpotensi membawa dampak negatif.
“Gunakan media sosial dengan bijak. Pilih hal-hal yang bermanfaat, karena di sana bukan hanya melihat, tapi juga berinteraksi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng




















Discussion about this post