KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Evandi menyarankan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, untuk menunda proyek pembangunan dengan anggaran yang besar, dan dialihkan untuk penanganan virus corona atau covid-19.
”Salah satu proyek yang besar adalah multiyears. Kami berharap itu ditunda, sehingga anggarannya bisa digunakan untuk menangani covid-19,” ucap Evandi, Minggu 3 Mei 2020.
Dia mengatakan, penundaan proyek-proyek besar itu sebelumnya juga sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani. Dirinya pun sependapat dengan hal tersebut. Nantinya, anggaran yang dialihkan dari proyek besar dapat digunakan untuk fokus pada bidang ketahanan pangan.
”Kita belum mengetahui pasti kapan pandemi virus corona atau covid-19 akan berakhir. Untuk itu, ketahanan pangan harus benar-benar diperhatikan, dan menjadi salah satu fokus selama pandemi covid-19,” ujar Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III mencakup Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, Miri Manasa ini berharap pemkab menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 untuk rekayasa pangan, karena selama ini Kabupaten Gumas bergantung pasokan dari luar daerah.
”Jadi pakai APBD kita untuk menanam padi, jagung, dan sayur mayur. Kalau hanya imbauan saya yakin itu tidak akan efektif,” tuturnya.
Dia juga berharap pemkab dapat menjalin koordinasi yang baik dengan kalangan legislatif dalam melakukan penanganan covid-19, dengan selalu mengedepankan transparansi penggunaan anggaran.
”Kami ingin semua lebih serius menghadapi covid-19, dan jangan menganggap enteng. Walau kita berharap ini cepat berakhir dalam dua atau tiga bulan, tapi dalam penanganan kita harus berpikir jangka panjang,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post