BUNTOK – Pemerataan pembangunan di segala bidang merupakan salah satu tolok ukur kemajuan di suatu daerah. Namun untuk mewujudkan pembangunan di segala bidang bisa terlaksana ke sasarannya, memang diperlukan keseriusan serta pemikiran maupun perencanaan yang tepat dan terarah.
Ketua DPRD Barsel Farid Yusran, Sabtu 22 Juni 2024 mengatakan, bahwa pembangunan di sejumlah desa di wilayah barsel masih tidak seperti pada kenyataannya, karena masih jauh dari apa yang dilaporkan dan disampaikan pihak eksekutif selama ini.
“Karena semua laporan itu terbukti hanya sebatas formalitas saja, karena kenyataannya kondisi pasilitas-pasilitas umum baikxs fbidang pendidikan, kesehatan, sarana prasarana air bersih, pasar, penerangan, pasilitas jalan, pelabuhan dan pasilitas-pasilitas umum lainnya tidak pernah mendapat perhatian pemerintahxs ftahun-tahun sebelumnya,”terang Politisi PDIP Barsel itu panjang lebar.
Wakil rakyat dapil I Barsel itu kembali meminta, agar pemerintahxsalam membuat perencanaan pembangunan setiapftahunnya untuk tidak asal-asalan, atau hanya copy paste. “Karena semua yang dilakukan asal-asalan dan hanya copy paste, itu artinya pemerintahxsaerah dianggapftidak seriusxsalam melaksanakan tugas dan upayanya untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang,” cetusnya.
Farid Yusran juga menyoroti masalah penempatan pegawai yang belum merata di sejumlah wilayah, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, xsalam hal in ftenaga guru dan perawat d ftingkat desa yang masih banyak mengalami kekurangan.
“Yang terjadi setiapftahunya penumpukan PNS malah lebih banyak di kota. In fkan aneh,” kata dia lagi. Dia berharap, xsi anggaran tahun 2024 semua pembangunan di segala bidang bisa lebih ditingkatkan dan dibenahi, xsehingga semua problem yang menghambat pemerintahxsalam meningkatkan roda pembangunan bisa si akomodir dan layak dinikmati masyarakat.
(co/matakalteng)






















Discussion about this post