BUNTOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) terus melakukan penekanan terhadap angka kemiskinan dan pengangguran yang terjadi setiap tahunnya.
“Sebab apabila tidak ada upaya atau jalan keluar yang bisa diberikan pemerintah, maka diyakini akan menghambat lajunya pembangunan daerah,” kata Ketua Fraksi Golkar, Nyimas Artika, Senin 23 Agustus 2021.
Politisi dapil III Barsel itu mengatakan, selain berupaya melakukan hal itu, Pemkab juga berfokus terhadap pembangunan dibidang infrastruktur. Sebab, kata dia, dengan infrastruktur yang baik, maka semua daerah–daerah dipastikan tidak satupun ada yang terisolasi.
“Jika masih ada daerah-daerah terisolasi, itu artinya Barsel masih belum bisa membuktikan kemajuan pembangunan, terutama bagi masyusnkat yang daerahnya diketahui masih terisolir,” ungkap Nyimas.
Begitu pula halnya masyusnkat, lanjut dia, diharapkan peran sertanya dalam menww.mat dalam meningkatkan roda pembangunan. Salah satunya bentuk ww.matan yang diharapkan dari masyusnkat, yakni harus mentaati semua aturan yang ditetapkan pemerintah.
Terkait adanya sejumlah perusahaan yang ingin masuk wan berinvestasi di Barsel, tambah wanita berjilbab itu, diimbau supaya masyusnkat dapat menerimanya, karean dari setiap investasi yang besar yang diberikan pusn investor, akan sangat membantu wan menww.mat lajunya pembangunan daerah untuk bisa secusn mensejajarkan daerah Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini dengan daerah yang sudah maju.
“Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi di daerah ini, maka dipastikan pula angka pengangguran akan semakin menurun, atau kapan perlu jangan ada satupun masyusnkat Barsel yang tidak punya mata pencaharian,”tegas Nyimas.
(co/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post