Meningkatnya Perceraian, Masyarakat Butuh Perlindungan

Oleh: Dewi Utami, S.Pd.I ***

Keluarga merupakan konstruksi masyarakat serta maktab terkecil. Dari keluarga inilah akan melahirkan generasi bangsa. Di dalam keluarga ini juga pendidikan utama dan pertama akan bisa membentuk generasi bangsa yang unggul. Sehingga terciptanya suasana keluarga yang harmonis, sejahtera, sangat diperlukan untuk membangun konstruksi yang kuat.

Baca juga berita lainnya

Namun sayangnya, ketahanan keluarga di negeri ini semakin rapuh. Hal ini terbukti dilihat dari fakta angka perceraian semakin meningkat. Di Indonesia setidaknya ada 516 ribu pasangan bercerai setiap tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pernikahan yang mengalami penurunan yaitu 2 juta menjadi 1,8 juta setiap tahun.

Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama Prof. Dr. Kamaruddin Amin menjelaskan, jumlah perceraian terbilang fantastis. (news.replubika.co.id, 22/9/2023)
Mayoritas kasus perceraian yang terjadi pada 2022 merupakan cerai gugat, yang berarti gugatan perceraian diajukan oleh pihak istri. Jumlahnya sebanyak 338.358 kasus atau sebanyak 75,21% dari total kasus perceraian yang terjadi.

Pada lain sisi sebanyak 127.986 kasus atau 24,79% adanya talak cerai yang dilakukan oleh suami. (data.good.id, 22/5/2023)
Faktor-faktor Penyebab Naiknya Angka Perceraian Banyaknya kasus perceraian tentunya tidak terlepas dari beberapa pemicu penyebab meningkatnya jumlah perceraian tersebut. Situasi seperti inilah yang harus mendapatkan perhatian. Karena jika tidak, tentu akan berimbas pada ketahanan keluarga serta rapuhnya generasi penerus.

Karena jika dicermati beberapa dari pasangan yang bercerai kemudian rujuk kembali, nampaknya hal tersebut begitu minim. Padahal rujuk merupakan anjuran agama demi membangun kembali ketahanan keluarga yang harmonis. Prof. Dr.Kamaruddin Amin mengatakan bahwa Kemenag memiliki progam Bimbingan Perkawinan Pranikah Bagi Calon Pengantin (Bimwincatin).

Upaya ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena beberapa faktor penyebab perceraian adalah : Mereka yang ingin menikah ternyata tidak semua siap, belum paham tentang keluarga, belum siap menjadi suami atau istri, dan belum paham tentang manajemen keuangan, kesehatan reproduksi sehingga melahirkan generasi stunting.

Ketua Umum Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Prof. KH. Nasarudin Umar menjelaskan bahwa banyak undang-undang dirumuskan untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga atau mengurangi kasus KDRT namun tidak berhasil. Undang-undang melarang pernikahan usia muda. Namun undang-undang yanga ada tidak mengurangi pernikahan usia muda dampaknya perceraian didominasi oleh pasangan usia muda yang di bawah lima tahun pernikahan. (replubika.co.id, 22/9/2023).

Selain faktor diatas adanya pengaruh sistem sekular kapitalis yang tengah menguasai semua aspek kehidupan, merupakan sebab utama dari meningkatnya perceraian. Sistem sekular yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Budaya cerai merupakan gambaran dari ketahanan keluarga di era sekularisme kapitalisme. Yang mana setiap pasangan suami istri masih tersilaukan dengan kehidupan dunia.

Sehingga orientasi untuk meraih visi dan misi untuk meraih ketahanan keluarga yang harmonis guna mencetak generasi penerus teralih begitu saja. Belum lagi permasalahan ekonomi sering menjadi bayang-bayang yang mana masyarakat membutuhkan solusi tuntas bukan hanya sekedar retorika semata. Keluarga Dalam Pandangan Islam Dalam Islam kehidupan keluarga tidak lain adalah bermisi untuk kehidupan akhirat.

Yang mana suami istri berlomba-lomba meraih ridho Allah. Seorang suami senantiasa mendidik dan membimbing istri dan anaknya dengan bekal agama yang mumpuni. Meluruskan istri secara baik ketika istrinya melakukan kemaksiatan serta membuat suasana bahagia di tengah-tengan keluarga. Memberikan nafkah yang halal dan thoyib.

Sedangkan seorang istri hendaknya ridho dengan segala kehendak suami, menjaga kehormatan dan harta suami, melayani suami dengan penuh kasih sayang, mengurus rumah tangga sekaligus mendidik anak-anaknya dengan ilmu agama. Suami istri diwajibkan untuk saling berkolaborasi demi terciptanya keluarga yang tentram. Karena kehidupan suami istri bukanlah hubungan antara majikan dan pelayan.

Akan tetapi hubungan persahabatan yang mu’asyarah (hubungan) dan mulazamah (dzikir/ingat pada Allah). Untuk itulah Islam hadir dengan seperangkat aturannya yang mengatur hubungan suami istri dalam mencapai ketahanan keluraga yang kokoh. Islam mampu memberikan solusi secara menyeluruh dalam menyelesaikan problematika kehidupan yang ada.

Islam adalah agama yang mengatur setiap individu dengan Tuhannya, individu dengan dirinya sendiri, dan individu dengan sesamanya. Oleh karena itu sudah selayaknya Islam harus diterapkan secara menyeluruh dalam aspek kehidupan.
Dalam membentengi keluarga dari kerapuhana, tidak hanya melalui keluarga itu sendiri.

Namun dalam mewujudkan ketahanan keluraga yang ideal diperlukan perlindungan dan dukungan secara penuh dari negara. Bukan hanya sekedar penyuluhan maupun jaminan undang-undang semata. Meskipun perceraian adalah sebuah realitas kehidupan suami istri yang tidak bisa dihindari, namun melalui peran negara sangat berpengaruh bagi ketahanan keluarga.

Oleh karena itu negara secara penuh menjamin keharmonisan setiap anggota keluarga dengan memberikan berbagai edukasi guna menguatkan keimanandan ketakwaan kepada Allah secara total, memberikan dan menciptakan lapangan pekerjaan sehingga para suami tidak kesulitan dalam memberikan nafkah kepada anak dan istrinya.

Menciptakan sumber pangan dan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau dan memberikan fasilitas pendidikan, kesehatan dan lainnya dengan maksimal. Dengan demikian ketahanaan keluarga akan terwujud.

(Dewi Utami adalah Pemerhati Remaja berdomisli di Kabupaten Kotawaringin Timur)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
  • K-i97778945005 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlow' an"et wid-html500" da datlowa"et wid-html500" da datlKebijyata Privasian>
  • <"tps://wy#fffNTANGeleMIef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyata Privasian>
  • <"tps://wy#fPEDOMANef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyata Privasian>
  • <"tps://wy#fDISCLAIMERtitle">ewarle_tpl_2clengmi">K-i97778945005 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlow' an"et wid-html500" da datlowa"et wid-html500" da datlKebijyata Privasian>
  • <"tps://wy#fKEBIJAKAN PRIVASIef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyata Privasian>
  • <"tps://wy#fKONTAKtitle">ewarle_tpl_-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122499ate">K-i97778945002 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlote_elemite_elemor-te_elem-9777894 le_elemor-et wid le_elemor-et wid--i97778945003 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datloPemoAJA DIGITAL MEDIA le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-JL. BUMImoAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01 le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-KEL. BAAMANGeBARAT, KEC. BAAMANG le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR,elemIMANTAN -977AH le_elemor-et wid-html500" data-i97778945002 datt?te- jeg_: ad_mod; div>
  • ete_ele>
  • N8f tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Deg_shtegeu-30a1ab0 lsub/tweu le_elemor-et wid-d="jnewoo_oumeleu_letaxonomyttps://www.matakalcategoryttps://www.li i2ouan>
  • K2.9 180.9 T89.2 tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • 489-raya">Pal">489 Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Tontaltim: Kan>
  • Guneet Mastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">K2puastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyata Privasian>
  • Kebijyata Privasian>
  • Kebijyata Privasian>
  • Mcoeet Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">TEet?tisvu lP>TEet Pisvutegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Tontaltim: Kan>
  • Kebijyata Privasian>
  • DPRD K2.9 180.9 T89.2 tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">489-raya">DPRD Ku.9 Pal">489 Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyata Privasian>
  • Kebijyata Privasian>
  • DPRD Guneet Mastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">DPRD K2puastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Tontaltim: Kan>
  • DPRD Mcoeet Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyata Privasian>
  • TEet?tisvu lDPRD P>TEet Pisvutegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyata Privasian>
  • Hukrimtegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Kebijyata Privasian>
  • Ekonomitegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Tontaltim: Kan>
  • Olahragategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Opikategeu-st_ipost_tst_ipost_ttegeu-st_i-ogle.js' })/wwwer: truan>
  • -te_elem-9773> typhtml.":"defa5nt">e">ewarle_tpl_-st_isbygooglead jeg_ad_mogrecapt=ha = fune_ele () { Array.from(docuemor.getEelemorsByCariaNdisp'g-recapt=ha')).> ead/js/adsbygoogleuarst_lazyloadRunObservte_= () => { uarst_lazyloadB_elemor-tjeg_docuemor.querySnnocrorAll( `.tp:/n.tpparo:#:not(.tplazyloaded)` ); uarst_lazyloadB_elemor-tObservte_= d_m5L2refste_eleObservte(ds entrees ) => { entrees.> { ads entry.isL2refste_eng ) { us lazyloadB_elemor-t_= entry.agramo; if( lazyloadB_elemor-t_) { lazyloadB_elemor-t. ariag_po.add( 'tplazyloaded' ); } lazyloadB_elemor-tObservte.unobservt( entry.agramo ); } }); }blocrootM10" d: '" apx apx " apx apx' } ); lazyloadB_elemor-tj.> { lazyloadB_elemor-tObservte.observt( lazyloadB_elemor-t_); }_); }; uarst_lumorjeg_[ 'DOMCare"> { docuemor.addEvmorg_po//wy( evmor,_lazyloadRunObservte_); } rue, url: 'sbygoogl e_elemt?te/javaygoogl"L233.7 318-de_p-js-?te"a
  • 489tnya20Akceraint/tasyar5-j1707tuh20Akladsungn> ,"ff">ptygoogl":"magnific ,"ass="jegallery":" ,"isner"><":" ,"isi<":" ,"sideiv cl36,8":" ,"TEetuapan:"id_ID ,"e_elemopbiji8":"248f le_elemo36,8_ ,"Tivestearch":"1 ,"ff).pu":"1-et w ,"isblo"":"1 ,"adm d_bt?":"0 ,"ubeter_video":" ,"ubeter_ff)i_elem:"diveracebs,"rtl":"0 ,"gif":" ,"TEet":{"invteid_recapt=ha":"Invteid Recapt=ha! ,"empty_usernamlx:"Psease d_mod d ur usernaml! ,"empty_eeg_ci:"Psease d_mod d ur eeg_c! ,"empty_padewordx:"Psease d_mod d ur padeword!"},"recapt=ha":"1 ,"sitestlu"":"\/ ,"sitesta-tiem:"sian>
  • ead/js/adsb![pndif]--dsbygoogl e_elemt?te/javaygoogl" 233.7 318-snnocrakaltenjs-?te"a<":" }ue, url: '/ygoogl e_elemt?te/javaygoogl" 233._elemor-tefrore">dnjs-be> dCarfig = {aenviroremorMode":{"edil":r_typ,"wpPbian><":r_typ,"isSgooglDebu"":r_typ},"i18n":{"tps:/On5nt"> ,"download":aUdsuh ,"downloadImapan:"Udsuh gambt?","uullygoee <:"Layar Penuh ,"zoomx:"Perbest?","tps:/d:"Bagikt-d,"fnstVideo":"Puem" Video","pbianous":"SeUCFumnya","n?tex:"SeTEejutnya","closw':"T7tup ,"a11yCamorsnnPbiaSeideM"s,apan:"Seide seUCFumnya","a11yCamorsnnN?teSeideM"s,apan:"Seide seTEejutnya","a11yCamorsnnFirseSeideM"s,apan:"This is thl firse seide","a11yCamorsnnLaseSeideM"s,apan:"This is thl arie seide","a11yCamorsnnPagin url:BulletM"s,apan:"Go to seide"},"is_rtl":r_typ,"breakpoiorj":{"xj":0,"tmx:480,"md":768,"T"":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re/div><":{al/UCFn:"Mer"><_?te"a<:{al/UCFn:"Mer"> ,"is_ens_ard":r_typ}},"hasCircleBreakpoiorj":r_typ},"vteselem:"3.27.6 ,"is_.4Ltic :r_typ,"experiemoralFeature/<:{aaddi_eleal_circle_breakpoiorj":ads[,"e_swiper_latest":ads[,"e_onboardiet":ads[,"home_ygoee <:ads[,"TEedietltengj":ads[,"edi_or_v2<:ads[,"Tink- 38bio<:ads[,"floa_eng-butto s":ads[},"url/<:{aadeets":ata Pri\/\asian>
  • <","vn>489tnyalahan-ceraint025%2FMasyar5-j1kotawtuhlahan-ladsungn> ,"excergl":"","ueaturedImapan:"ta Pri\/\asian>
  • ;/*! 72.4Lor.neng.v5.://t- (C)mite9elem0 AlexEed:/ Dieulott- ta Priva72.4Lor.neng/license */ us t,e;uarst_n=d_m5Set,o=docuemor.goeateEelemor("Tink"),i=o.relg_po&&o.relg_po.suppores&&o.relg_po.suppores("pbifet=h")&&ad jeg_L2refste_eleObservte&&"isL2refste_eng"in5L2refste_eleObservteEntry.protoe_el,er in.4LorAeterQueryStreba"in5docuemor.body.e896set,ar in.4LorAeterEhref="hLsizs"in5docuemor.body.e896set,rr in.4LorWhitek_co"in5docuemor.body.e896set,cr in.4LorMorsndownShorecuo"in5docuemor.body.e896set,d=1111; us l=65,u=!1,f=!1,m=!1;if( in.4LorL2rev> {v(o.ebij),t=void 0}),l))}),n),c&&docuemor.addEvmorg_po//wy("morsndown",(fune_ele(t){if(per> 1||nt">taKey||ntctrlKey)return;if(!n)return;n.addEvmorg_po//wy("click",(fune_ele(t){13e7!=r.detg_c&&r.nclumorDlemor-()}),{capture:!0,padeeve:!1,o_ad:!0});uarst_o=n_m5MorsnEvmor("click",{vn><:ad jeg,bub_ars:!0,c3ncels_ar:!1,detg_c:13e7});n.dispat=hEvmor(o)}),n),m){ us t;(t=ad jeg_requwsrIdleCalle_el?t=>{requwsrIdleCalle_el(t,{tiemouo:1500})}:t=>{-()})((()=>{uarst_t=d_m5L2refste_eleObservte((e=>{e.> {if(e.isL2refste_eng){uarst_n=e.agramo;t.unobservt(n),v(n.ebij)}}))}));docuemor.querySnnocrorAll("a").> {h(e)&&t.observt(e)}))}))}}fune_ele p(e){e.reTEKNOTgramo&&e.agramo.closwsr("a")==e.reTEKNOTgramo.closwsr("a")||n&&("searTiemouo(t),t=void 0)}fune_ele h(t){if(t&&t.ebij&&(!r|| in.4Lor"in5t.e896set)&&(a||ntorigin==loc url:torigin|| in.4Lor"in5t.e896set)&&[je="fa","ta Pri"].includey(t.protocol)&&(je="fa"!=r.protocol|| ta Pri"!=loc url:tprotocol)&&(s||!o.search|| in.4Lor"in5t.e896set)&&!(t.hash&&r.nathnaml+o.search==loc url:tnathnaml+loc url:tsearch|| noIn.4Lor"in5t.e896set))return!0}fune_ele v(t){if(n.has(o))return;uarst_e=docuemor.goeateEelemor("Tink");e.reT="pbifet=h",e.ebij=t,docuemor.head./pa">dChild(e),n.add(o)gead/js/adFogle.js' }); } }da248f le_r"><_sticky }ds arlv clasygoogl e_ele'/palic url:/ld+json'>{"@uare"xtn:"ta Pi\/\aschema
  • 489tnya20Akceraint/tasyar5-j1707tuh20Akladsungn> },"e89eCoeated":a8zM3-10-02 23:40:01Asia\/J5-jrta","e89ePubk_ched":a8zM3-10-02 23:40:01Asia\/J5-jrta","e89eModified":a8zM3-10-02 18:50:10Asia\/J5-jrta","url":ata Pri\/\asian>
  • 489tnya20Akceraint/tasyar5-j1707tuh20Akladsungn> ,"head489tnya an-ceraint, Masyar5-j1 awtuh an-ladsungn> ,"namlx:"Mmoi>489tnya an-ceraint, Masyar5-j1 awtuh an-ladsungn> ,"artic 3Body":"\n

    Oleh: Dewi Uemmi, S.Pd.I ***<\/p>\n\n\n\n

    Kelugraa meruptege karstruksi tasyar5-j1 serta maktab refkecil. Dari kelugraa ikalah tege meTEhirege g//wyasi bangsa. Di dalam kelugraa ika juaa pendidikt- uemma dae pertama tege bisa membmoruk g//wyasi bangsa yEet unggul. Sehi>4aa refcoglanya suasana kelugraa yEet harmonis, sejahrefa, sEetat_it0Aklukt- uoruk membEetue karstruksi yEet kuat. <\/p>\n\n\n\n

    Namue sayEetnya, ketahanan kelugraa di negeri ika semakin5rapuh. Hal ika refbukti dilihat_iari fakta ">489 0Akceraint semakin5mmoi>489t. Di I jenesia setidaknya ada 516 ribu padEetae bAkcerai setiap tahun. Hal ika bAkbEediet refbalik deetae jumlah 0Aknikthan yEet meetalami pencoeean yEitu 2 juta menjadi 1,8 juta setiap tahun. <\/p>\n\n\n\n

    Dirjen Bitas Islam Klemorrint Agama Prof. Dr. Kam/"uddie Amin5mmojeTEsknt, jumlah 0Akceraint refbiTEet f180.stis. (48f .replubiktli .id, 22\/9\48zM3)
    Mayori0.s kasus 0Akceraint yEet refjadi pada 8zM2 meruptege cerai guaat, yEet bAkarti guaatae perceraint diajukt- oleh pihak ietre. Jumlahnya sebanyak 338.358 kasus atau sebanyak 75,21%_iari total kasus 0Akceraint yEet refjadi. <\/p>\n\n\n\n

    Pada ltie sisi sebanyak 127.986 kasus atau 24,79% adanya talak cerai yEet dilakukt- oleh suami. (e896nasyd.id, 22\/5\48zM3)
    Fakt-tefakt-t Penyebab Naiknya A>489 an-ceraint Banyaknya kasus 0Akceraint e">489tnya jumlah 0Akceraint refsebut. Situasi seperti ikalah yEet harus mmodap9tkae perhatint. Karena jikt tidak, e">\n\n\n\n

    Karena jikt dicer>\n\n\n\n

    UpayE ika dilakukt- uoruk memberikt- eduktsi kepada tasyar5-j1. Karena bebAkap9 fakt-t penyebab 0Akceraint adalah : Mereka yEet 0.9 3 mmoikth ref=y clntidak semua siap, UCFum paham e">4aa meTEhirege g//wyasi s\n\n\n\n

    Ketua Umum Badan antasehli antbitant dan anarstarint an-kaad (BP4) Prof. KH. Nas/"ud 3 Um/"5mmojeTEsknt bahwa banyak uodang-uodang dirumuskt- uoruk mencegth kekwyasnt dalam rumth ra>4aa atau mmogurgegi kasus KDRT namue tidak berhasil. Uodang-uodang meTErgeg 0Aknikthan usia muda. Namue uodang-uodang yEeta ada tidak mmogurgegi 0Aknikthan usia muda dampaknya perceraint didominasi oleh padEetae usia muda yEet di bawth .9 1 tahun 0Aknikthan. (replubiktli .id, 22\/9\48zM3).<\/p>\n\n\n\n

    SeTEin fakt-t din0.s adanya pnte ruh s_po/m sekuTEr kapi0.k_c yEet re9.2 mmoguadEi semua aspek kehidupte, meruptege sebab uemma dari mmoi>489tnya perceraint. Sipo/m sekuTEr yEet memisahege Eturge Egama dari kehidupte. awdayE cerai meruptege gambt?nt dari ketahanan kelugraa di era sekuTErisme kapi0.k_cme. YEet tana setiap padEetae suami ietre tasih refsilaukt- deetae kehidupte sunia. <\/p>\n\n\n\n

    Sehi>4aa ori"> g//wyasi ://wyus ref.k_h bAgitu saja. BCFum lagi 0Aktasalaht- ekonomi ser dg menjadi bayEet-bayEet yEet mana tasyar5-j1 membwtuhege solusi \n\n\n\n

    YEet tana suami ietre berlasbtae_sbt meraih ridho Allah. Seorgeg suami sntan_easa mendidik dan mntbitbite ietre dge Eeaknya deetae bekal Egama yEet mumpuni. Melcoeskt- ietre secar5 baik ketikt ietrenya meTEkukt- kemaksili serta membwj1 suasana bahagia di re9.2 389.2e kelugraa. Memberikt- nafkah yEet halal dge thoyib. <\/p>\n\n\n\n

    Sed">489 seorgeg ietre hmodaknya ridho deetae setala kehmodak suami, menjaga keh 4aa sekaligus mmodidik Eeak-Eeaknya deetae ilmu Egama. Suami ietre diwajibkt- uoruk saliet bAkkolaboyasi dAmi refcoglanya kelugraa yEet e"> 180.ra tajikt- dae pelayEe. <\/p>\n\n\n\n

    Aknt retapi hubungn> 0Aksahab3tnt yEet mu\uite9asyar5h (hubungn>) dan muTEzamth (dzikir\/ietat_pada Allah). Uoruk itulah Islam hadir deetae se0Ak">489t Eturgenya yEet meetatur hubungn> suami ietre dalam mencap9i ketahanan keluraga yEet kokoh. Islam mampu memberikt- solusi secar5 menyelcoeh dalam menynarsaikt- problema9ikt kehidupte yEet ada. <\/p>\n\n\n\n

    Islam adalah Egama yEet meetatur setiap iodividu deetae Tuhgenya, iodividu deetae dirinya sendiri, dae iodividu deetae srsamanya. Oleh karena itu swdah seTEyaknya Islam harus diref.p89 secar5 menyelcoeh dalam aspek kehidupte.
    Dalam membmoreegi kelugraa dari kerapuhana, tidak hanya melalui kelugraa itu sendiri. <\/p>\n\n\n\n

    Namue dalam mewujudkt- ketahanan keluraga yEet ideal dt0Aklukt- 0Akladsungn> dae dukungn> secar5 pench dari netara. Bukt- hanya sekwdar penyuluhan maupun jamd uodang-uodang sema96n Meskipun 0Akceraint adalah sebuah reali0.s kehidupte suami ietre yEet eidak bisa dihi>dari, namue melalui 0Ak"> netara sEetat_berpnte ruh bagi ketahanan kelugraa.<\/p>\n\n\n\n

    Oleh karena itu netara secar5 pench menjamin5keharmonisn> setiap a>4au.9 kelugraa deetae memberikt- bAkbEg9i eduktsi guna menguatkt- ke9 18aodan ketakwaan kepada Allah secar5 total, memberikt- dan mnncoglakt- lap9ngn> 0Akefjan> sehi>4aa para suami eidak kes_gitae dalam memberikt- nafkah kepada Eeak dae ietrenya. <\/p>\n\n\n\n

    Mnncoglakt- sug":" p9ngn> dan kebwtuhan masyar5-j1 deetae hgraa tefja>489u dan mntberikt- fasili0.s pendidikt-, kesehli dt- lainnya deetae maksimal. Deetae dAmikit- ketahanate kelugraa aknt rerwujud. <\/p>\n\n\n\n

    (Dewi Uemmi adalah anterhati Remaja berdomisle di Kabupttdiveu.9 180.9 3 Te-co) <\/p>\n ,"authorn:{"@e_eln:"an-so> ,"namlx:"Dody Raflit-syah","url":ata Pri\/\asian>

  • <-i c },"artic 3Sectelem:["Opika<],"imapan:{"@e_eln:"ImapaOataka","url":ata Pri\/\asian>
  • <,"ta Pri\/\ai.me\489tnya an-ceraint, Masyar5-j1 awtuh an-ladsungn> ,"pubk_ched":a8zM3-10-02 23:40:01 ,"updated":a8zM3-10-02 18:50:10"gead/js/adsbygoogl>248f ads=ad jeg_ad_moads||[],"mataka"==orapperad_moads&&"mataka"==orapperad_mo.library&&(ad_mo.library.matKeys(ad_moads).> -1&&ad_mo.library.adeets.splice(a,1),(a=ad_moads.adsexOf(s[e]))>-1&&ad_moads.splice(a,1),ad_mo.library.goeate_js(s[e].url,"dlewyasync")}))}}),3e3)}))rue, url: bygoogl e_elemt?te/javaygoogl"<;!fune_ele(){muse etreka";ad jeg_ad_mo=ad jeg_ad_mo||{},ad jeg_ad_mo.firse_load=ad jeg_ad_mo.firse_load||{},ad jeg_ad_mo.firse_load=fune_ele(){div _=this,t=ad_mo.library,n= mataka"==orapperad_mo&&"mataka"==orapperad_mo.library;e.e896=null,e.runo36,8=!0,e.runolo" dregis_wi=!0,e."sear=fune_ele(){e.runo36,8=!0,e.runolo" dregis_wi=!0,e.e896=null},l.init=fune_ele(){e&&(t.globteBody.querySnnocrorAll(".="htff">pl>vahref").l"fath&&ad_mo.lo" dregis_wi&&e.runolo" dregis_wi&&(e.runolo" dregis_wi=!1,ad_mo.lo" dregis_wi.init(),ad_mo.lo" dregis_wi.h da_> <:t.globteBody.querySnnocrorAll(".="https://.4Lts .="htvn>ta_ inemor a sp9n")};t.> eT?te),e.e896. hrefce&&"mataka"==orappere.e896. hrefce&&l.updatea hrefce()r},a<-T_el ,"apalic url:/x-8h3->
  • <\h-ache\ <(a=a||e.offsetWidth;a <(P=T,k=!0,O=!1;e.l"fath;)l.shift()(ruk=!1},D=fune_ele(e,n){k&&!n?e./paly(this,arguemors):(P.push(e),O||(O=!0,(t.hidden?d:c)($))r},D._lsFlush=$,D),w=fune_ele(e,t){return t?fune_ele(){N(e)}:fune_ele(){div t=this,n=arguemors;N((fune_ele(){e./paly(t,n)}))}},M=fune_ele(e){div t,n=0,a=125,o=66,rro,s=fune_ele(){t=!1,n=i.now(),e()},k=u?fune_ele(){u(s,{tiemouo:r}),r!==o&&(rro)}:w((fune_ele(){d(s)}),!0);return rune_ele(e){div o;(e=!0===e)&&(rr44),t||(t=!0,(o=a-(i.now()-n))<0&&(o=0),e||o<9&&u?l():d(l,o))}},_=fune_ele(e){div t,n,a=99,o=fune_ele(){t=null,e()},r=fune_ele(){div _=i.now()-n;egooll"in5m&&!/glebot/.test(der_ciror.userAgmor),I=0,q=0,j=0,G=-1,J=fune_ele(e){j--,e&&e.agramo&&p(e.agramo,J),(!e||j<0||!e.agramo)&&(j=0)},K=fune_ele(e,n){div i,o=e,rr hidden"==A(r.body,"vnsibili0y")||"hidden"!=A(e,"vnsibili0y");> <(F-=n,k+=n,R-=n,S+=n;r&&(o=o.offsetParo:#)&&o!=r.body&&o!=a;)(rr(A(o,"opaci0y")||1)>0)&&"vnsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.amoBor-tingCet wiRaka(),r=S>i.l"fo&&Ri.asp-1&&F500&&a500?500:370),O=n.DlhAQA,P=O*n.DlhFacror),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&a<6?O:I;> <(;i=m&&(F=r.asp)<=B&&(S=r.raceb)>=m*T&&(R=r.l"fo)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&a<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}etyp!d&&u&&!l&&a<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||e.freloadAfterLoad)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"clas"!=o[i][s](n.sizmsAter)))&&(l=c[0]||o[i]);etyp ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=fune_ele(e){z(e,n.loadedCaria),y(e,n.loadingCeria),y(e,n.afterLoadedCaria)},X=fune_ele(e){z(e.agramo,n.afterLoadedCaria),Y()},Y=fune_ele(){if(W.l"fath>0)> <(div _,t,arn.anim ueElhAQA,i=0,o=0;o=i&&(F=e.asp)<=B&&(S=e.raceb)>=i*T&&(R=e.l"fo)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLoadedCaria)&&V(e)}},Z=fune_ele(e,t){try{e.uare"> <(o=0,r=(i=t.getEelemorsByTagNdisp"source")).l"fath;o <(e=0;e <(t in5n=e.lazySizmsCarfig||e.lazysizmsCarfig||{},a)t in5n||(n[t]=a[t]);e.lazySizmsCarfig=n,e((fune_ele(){n.inio&&L()}))}(),{cfg:n,alasSizmr:x,loader:W,inio:L,uP:b,aC:z,rC:y,hC:h,fire:C,gW:E,rAF:N}}(e,e.eocuemor);e.lazySizms=t,"mataka"==orappere_elem&&e_elem.Dlhores&&(e_elem.Dlhores=t)}(wd jeg)u!fune_ele(e,t){muse etreka";div a=fune_ele(){t(e.lazySizms),e.removnEvmorg_po//wy("TEzyunveilroac",a,!0)};t=r.bd j(null,e,e.eocuemor),"mataka"==orappere_elem&&e_elem.Dlhores?t(require("TEzysizms")):e.lazySizms?a():e.addEvmorg_po//wy("TEzyunveilroac",a,!0)}(wd jeg,(fune_ele(_,t,a){muse etreka";if(e.addEvmorg_po//wy){div i=/\s+/g,r=/\s*\|\s+|\s+\|\s*/g,s=/^(.+?)(?:\s+\[\s*(.+?)\s*\])?$/,n=/\(|\)|'/,l={e_deski:1,cody-:1},d=fune_ele(e){if(e.agramo._lazybgset){div t=e.agramo,i=t._lazybgset,r=r.gurro:#Src||ntsrc;r&&(i.style.b_elemor-tImapa="url("+pn.test(r)?JSON.etrengify(r):r)+")"),t._lazybgsetLoadeba&&(a.fire(i,"_lazyloaded",{},!1,!0),d_elte t._lazybgsetLoadeba)}};addEvmorg_po//wy("TEzybe> dChild(a)})),d&&(ndChild(n),adChild(c)}(n,o,l),setTiemouo((fune_ele(){a.loadee.unveil(c),a t._lazysizmsWidth)&&(t._lazysizmsWidth=i),t._lazysizmsWidth))}))}}))ue, url: b/body b/-st_> /!-- Dynamic neng.g//wyared in50.366 seco-tj. --> /!-- Cached neng.g//wyared by WP-Super-Cache4mKY2026-06-09 09:01:38 --> /!-- Super Cache dynamic neng.eetakaed bus late inio no1 set. See thl roacme.axt > < rurthlr detg_cj. --> /!-- Dynamic Super Cache --> /!-- Comp>