SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mencatat peningkatan signifikan pada beberapa layanan poli hingga triwulan ketiga tahun 2025. Plt Direktur RSUD dr Murjani, dr Yulia Nofiany menyebutkan bahwa instalasi gawat darurat (IGD) masih menjadi layanan dengan jumlah kunjungan terbanyak, disusul poli penyakit dalam dan poli jiwa.
“Sejak Januari hingga September 2025, kunjungan IGD tercatat sebanyak 15.507 pasien, poli penyakit dalam 9.882 orang, bedah 8.020 orang, poli jiwa 6.950 orang, dan poli anak sebanyak 6.191 pasien,”jelas dr Yulia, Sabtu 25 Oktober 2025. Sedangkan pada tahun 2024 lalu, IGD juga menjadi yang tertinggi dengan total 18.197 kunjungan, diikuti penyakit dalam 12.391 pasien, rehabilitasi medik 9.233 pasien, poli anak 6.489 pasien, dan poli jiwa 6.243 pasien.
Ia menuturkan, pola penyakit yang ditangani rumah sakit juga mengalami perubahan antara tahun 2024 dan 2025. “Sepuluh besar penyakit pada tahun 2024 didominasi kasus demam berdarah dengan 608 kasus, pneumonia 412 kasus, bayi lahir melalui operasi caesar 398 kasus, serta gastroenteritis 356 kasus. Selain itu, diabetes melitus non-insulin dengan komplikasi sirkulasi perifer tercatat 303 kasus, stroke 293 kasus, sepsis pada bayi baru lahir 285 kasus, persalinan tahap pertama yang lama 278 kasus, bayi berat lahir rendah 247 kasus, dan anemia 231 kasus,” paparnya.
Sementara pada tahun 2025 hingga September, lanjut dr Yulia, penyakit yang paling banyak ditangani bergeser. “Kasus terbanyak tahun ini adalah hipertensi primer sebanyak 1.380 kasus, nyeri punggung bawah 1.223 kasus, dispepsia 936 kasus, anemia 625 kasus, nekrosis pulpa 578 kasus, neuropati diabetik 394 kasus, komplikasi sirkulasi akibat diabetes non-insulin 372 kasus, gagal jantung kongestif 267 kasus, penyakit ginjal kronis tahap lima 258 kasus, dan penyakit jantung hipertensif dengan gagal jantung kongestif sebanyak 104 kasus,” terang dr Yulia.
Ia juga memaparkan data kunjungan rawat jalan dan rawat inap yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. “Pada 2021 tercatat 81.006 kunjungan rawat jalan dan 13.009 rawat inap. Tahun 2022 naik menjadi 100.980 rawat jalan dan 14.693 rawat inap. Kemudian 2023 meningkat lagi menjadi 133.343 rawat jalan dan 19.126 rawat inap. Pada 2024, jumlahnya mencapai 141.373 rawat jalan dan 16.027 rawat inap.
Sementara hingga September 2025 tercatat 72.857 rawat jalan dan 11.547 rawat inap,” rinci dr Yulia. Menurutnya, data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak rumah sakit untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit tidak menular yang kini mulai mendominasi kunjungan pasien.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post