SAMPIT – Di samping kapasitas dan kuantitas, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) Sutriso menyampaikan, pihaknya juga mengedepankan kualitas pelayanan. Termasuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Misalnya kita sedang mempersiapkan pasien untuk retinapati, itu biasanya kita rujuk ke Banjar yang sampai 10 jam untuk jangkauannya, sekarang kita sudah bisa lakukan operasi disini. Demikian juga dengan kasus yang saat ini sedang tinggi di masyarakat kita tidak tahu juga kenapa yaitu kasus jantung, semakin hari semakin tinggi,”ujarnya, Kamis 18 Juli 2024.
Sehingga lanjutnya, pihak rumah sakit Murjani selalu berupaya agar masyarakat cepat dilakukan penanganan yaitu dengan katerisasi atau operasi atau kelainan jantung lainya di RSUD Murjani.
“Jadi sekarang tidak harus ke Palangka atau ke Banjarmasin lagi, karena kita ketahui terutama belakangan ini jalan juga agak susah karena ada penutupan jembatan di Katingan dan juga lamanya karak tempuh. Karena biaya untuk rujukan itu sekarang sudah ditanggung BPJS, tapi ada namanya hidden cost dan oportunity cost,”bebernya.
Hidden cost menurutnya, seperti biaya makan dan juga transport, sedangkan opportunity cost yaitu pasien disini misalnya yang berprofesi penjahit dalam sehari bisa menjahit sampai dengan lima pakaian, kalau harus pergi ke banjar penghasilan itu bisa hilang.
“Itulah harapan kita kedepannya agar terus memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan mutu serta kualitasnya, sehingga kita bisa menambah layanan lain yang memberi pelayanan untuk membantu masyarakat dalam masalah kesehatan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post