SAMPIT – Kodim 1015/Sampit menggelar kegiatan karya bakti kesehatan dan bakti sosial di Kelurahan Pasir Putih, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan tersebut meliputi pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis hingga penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu program semester pertama Tahun Anggaran 2026 yang bertujuan membantu masyarakat di bidang kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.
“Dalam semester pertama Tahun Anggaran 2026 ini, salah satu program kami adalah karya bakti kesehatan dan bakti sosial. Kami melaksanakan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis serta bantuan sosial untuk membantu masyarakat sekitar Kelurahan Pasir Putih,” kata Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Selasa 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, meski bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi seluruh kebutuhan masyarakat, namun setidaknya dapat meringankan beban warga.
Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan TNI merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“TNI dan rakyat harus bersatu karena sistem pertahanan negara kita adalah Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Salah satu tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.
Dandim menegaskan, kekuatan pertahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kedekatan dan dukungan masyarakat terhadap TNI.
“Kalau pertahanan kuat, maka ketahanan nasional juga kuat. Dampaknya akan dirasakan masyarakat, termasuk stabilitas ekonomi, rasa aman dan pembangunan daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dwi Candra juga menyampaikan perkembangan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya yang akan berlokasi di Kelurahan Pasir Putih..Ia mengungkapkan, personel batalyon tersebut sudah mulai berdatangan dan sementara menempati Gedung Expo Sampit.
“Yonif TP 923/Mentaya ini bukan lagi wacana karena personelnya sudah datang. Jumlah prajurit nantinya kurang lebih seribu orang dan akan berkantor di Kelurahan Pasir Putih,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan batalyon tersebut dipastikan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar karena akan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah setempat.
“Kalau ada seribu personel dengan aktivitas ekonomi mereka, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar batalyon,” jelasnya.
Dandim juga menegaskan, pembangunan Yonif TP 923/Mentaya tetap berjalan meski saat ini terdapat gugatan hukum dari sejumlah oknum terkait lahan pembangunan.
Ia memastikan proses pembangunan tetap menghormati prosedur hukum yang berlaku karena lokasi tersebut telah memiliki dasar legalitas dan surat penunjukan dari pemerintah daerah.
“Kami tetap menghormati proses hukum yang berjalan, tetapi pembangunan tetap dilaksanakan karena ini merupakan program strategis nasional dari Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, konsep Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah melalui berbagai satuan pendukung yang dimiliki.
Di dalam batalyon tersebut nantinya terdapat kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kesehatan hingga kompi konstruksi yang dilengkapi berbagai peralatan dan kendaraan operasional.
“Kalau terjadi bencana alam, kompi konstruksi dilengkapi alat berat dan kendaraan operasional sehingga dapat membantu masyarakat. Begitu juga kompi kesehatan dan pertanian yang nantinya mendukung pelayanan kesehatan serta ketahanan pangan,” katanya.
Selain itu, keberadaan Yonif TP 923/Mentaya juga diharapkan mampu mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim karena jumlah personel yang cukup besar.
Dandim pun mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan batalyon tersebut dan tidak mudah terpengaruh pihak-pihak yang mencoba memecah hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Saya berharap masyarakat menerima keluarga baru kita, Yonif TP 923/Mentaya. Jangan mudah terpengaruh oknum yang ingin memecah belah karena kekuatan negara ini adalah TNI dan rakyat yang bersatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain pembangunan batalyon, TNI juga memiliki sejumlah program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti pembangunan Koperasi Merah Putih hingga program pembangunan infrastruktur melalui Program Jembatan Garuda.
“Kalau ada jembatan masyarakat yang rusak dan memang dibutuhkan warga, nanti bisa kita bantu melalui program-program pembangunan,” katanya.
Sementara itu, warga Kelurahan Pasir Putih, Sihada mengaku sangat terbantu dengan kegiatan bakti kesehatan dan bantuan sosial yang digelar Kodim 1015/Sampit.
“Kami atas nama warga sangat senang dan terbantu dengan kegiatan ini. Terutama pemeriksaan kesehatan gratis karena ada warga yang sakit sehingga bisa mengetahui langkah pengobatan yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
“Bantuan sembako juga sangat membantu masyarakat kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1015/Sampit,” katanya.
Sihada berharap kegiatan sosial seperti itu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan berkesinambungan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post