SAMPIT – Harga emas di Sampit kembali mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari ini. Kenaikan terjadi hampir di seluruh jenis emas, bahkan untuk kadar tertentu tercatat mencapai lebih dari Rp100 ribu per gram, seiring memanasnya kondisi ekonomi dan politik global.
“Ya, benar hari ini harga naik benar, ada yang mencapai Rp100 ribuan per gramnya. Begitu juga jenis emas lainnya, harganya ikut melonjak. Ini dipicu karena data ekonomi Amerika Serikat di bawah prediksi dan juga pernyataan Donald Trump yang memicu keadaan ekonomi dan politik global memanas,” ujar pemilik Toko Emas Mitra Baru di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, H Sani, Rabu 21 Januari 2026.
H Sani menjelaskan, meskipun harga emas mengalami kenaikan cukup tajam, aktivitas transaksi di tokonya masih terbilang seimbang. Menurutnya, tetap ada konsumen yang melakukan pembelian maupun penjualan, meski dengan kecenderungan jenis emas yang berbeda.
“Untuk omzet masih seimbang. Ada yang banyak membeli, terutama emas 999. Tapi ada juga yang menjual, khususnya jenis emas 700 dan emas 375,” jelasnya.
Berdasarkan data harga yang tertera di Toko Emas Mitra Baru PPM Sampit, harga emas 999 tercatat sebesar Rp2.630.000 per gram. Emas kadar 750 berada di angka Rp2.160.000 per gram, sementara emas 700 mencapai Rp1.980.000 per gram. Untuk emas kadar 420 dibanderol Rp1.300.000 per gram, sedangkan emas 375 berada di harga Rp1.150.000 per gram.
Selain itu, harga emas lokal tercatat sebesar Rp2.600.000 per gram. Untuk produk emas bermerek, emas Antam mencapai Rp3.200.000 per gram, sementara emas UBS dan Emasku masing-masing berada di angka Rp2.870.000 per gram. Sementara itu, harga emas Hongkong (HK) tercatat Rp2.800.000 per gram.
H Sani menilai, lonjakan harga emas saat ini tidak lepas dari faktor eksternal global yang memengaruhi pergerakan harga komoditas, termasuk emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai.
Ketidakpastian ekonomi dunia membuat sebagian masyarakat memilih menyimpan aset dalam bentuk emas, namun di sisi lain ada juga yang memanfaatkan harga tinggi untuk menjual simpanannya.
“Kondisi seperti ini memang sering terjadi ketika situasi global tidak stabil. Ada yang memilih beli untuk investasi jangka panjang, ada juga yang melepas emasnya karena harganya sedang tinggi,” pungkasnya.
Dengan tren kenaikan harga yang cukup tajam tersebut, para pelaku usaha emas di Sampit memperkirakan pergerakan harga masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan.
Seorang pembeli bernama Sulit mengaku kaget dengan kenaikan harga emas ini. Menurutnya, minggu lalu harga emas 999 masih di kisaran Rp2.400.000 per gram, lalu pada Senin kemarin masih Rp2.500.000.
“Sekarang sudah melonjak cukup jauh. Kalau beli emas 999 ditambah dengan ongkos pembuatan yang mencapai Rp350 ribu, maka total yang harus dibayar bisa mencapai Rp3 juta per gram. Sementara kalau dijual kembali, ongkos itu tidak dihitung sama sekali,” lanjutnya.
Dengan kondisi seperti ini, menurutnya harga emas jadi semakin sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk tabungan atau investasi kecil.
“Apalagi emas 999, beli kalung saja minimal 10 gram. Saya sempat tanya yang 5 gram tidak ada, paling kecil 10 gram kata pegawai toko,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post