SUKAMARA – Dinas Kesehatan Sukamara menggelar Publikasi data stunting yang bertujuan untuk merencanakan strategi penanggulangan stunting tahun depan.
Saat membuka kegiatan publikasi data stunting di aula kantor Desa Natai Sedawak Kecamatan Sukamara, Penjabat Sekda Sukamara, Yofi Yudistira mengatakan bahwa ada dua pendekatan dalam upaya penanganan stunting yaitu penyelenggaraan intervensi secara konvergensi yang melibatkan lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dan penurunan stunting.
“Sedangkan penyelenggaraan konvergensi adalah pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama,” terang Yofi Yudistira.
Konvergensi percepatan penurunan stunting ada 8 aksi yaitu analisis situasi, perencanaan kegiatan, rembuk stunting, Peraturan Bupati tentang peran Desa, pembinaan kader KPM, sistem manajemen data koma pengukuran dan publikasi stunting dan review kinerja tahunan.
“Kegiatan hari ini merupakan pelaksanaan aksi ke-7 dari 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang bertujuan untuk melihat keberhasilan intervensi yang dilakukan selama setahun,” jelasnya.
Data prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 24,7 persen, tahun 2022 sebesar 21,8 persen mengalami penurunan 2,9 persen. Sedangkan pada 2023 sebesar 29,1 persen mengalami kenaikan 7,3 persen dari tahun sebelumnya, yang tentunya sangat jauh dari target nasional tahun 2024 yaitu 14 persen.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post