SUKAMARA – Analis Aqua Kultur Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sukamara, Sri Hernawati mengatakan bahwa pembudidaya tambak bandeng diwilayah pesisir terus dimaksimalkan dan tahun ini semakin dimaksimalkan dengan menyiapkan anggaran melalui APBD Perubahan 2024.
Sri Hernawati menjelaskan jika memaksimalkan pengelolaan perikanan budidaya merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pertanian terintegrasi dimana saat ini Pemkab Sukamara telah mencanangkan bandeng asap sebagai makanan khas Sukamara sebagai produk unggulan.
“Kami terus maksimalkan dengan terus meningkatkan pengembangan tambak bandeng diwilayah pesisir wilayah ini, program ini juga sebagai upaya mendukung usaha UMKM dalam produk bandeng asap,” terang Sri Hernawati, Selasa 12 November 2024.
“Tahun ini ada di anggaran perubahan yang digunakan untuk penebaran benih bandeng sebanyak 14 ribu ekor ditambak bandeng wilayah pesisir,” lanjutnya.
Sri Hernawati menerangkan jika penambahan anggaran untuk penebaran benih bandeng di tambak tradisional dan tambak milik Diskan Sukamara dilakukan agar produksi bandeng juga meningkat sehingga bisa memenuhi permintaan oleh pelaku UMKM dalam memproduksi bandeng asap.
Dijelaskannya, dari sebanyak 14 ribu benih bandeng yang ditebarkan di dua kolam tambak tersebut maka ditarget bisa memproduksi panen ikan bandeng sebanyak 1 ton dalam satu kolam.
“Target memang dari benih yang ditebak menghasilkan panen bandeng demikian, tetapi dalam pengelolaan tambak kita juga tidak bisa memprediksi kendala misalkan pengaruh cuaca dan juga penyakit yang bisa berdampak pada produksi,” ujar Sri
Diharapkan dengan memaksimalkan perikanan budidaya melalui tambak bandeng ini maka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan atau permintaan pasar terutama kebutuhan dalam daerah dari pelaku UMKM dalam pengembangan produk olahan bandeng asap beserta turunannya dengan kreasi menu masakan dan kuliner khas Sukamara.
“Selama ini untuk pemenuhan kebutuhan dalam daerah masih mampu dengan produksi dari dari nelayan tambak bandeng yang sudah ada, dan tentunya ini tetap ditingkatkan terlebih sudah ada pencanangan bandeng asap sebagai produk unggulan daerah,” tukas Sri Hernawati.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post