SUKAMARA – Harga ayam potong di Kabupaten Sukamara mengalami penurunan hal itu membuat ayam potong menjadi salah satu komoditi yang menyumbang deflasi diwilayah tersebut. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, yaitu penurunan harga yang meluas dan berkelanjutan dalam perekonomian. Meskipun harga yang lebih rendah mungkin tampak seperti hal yang baik, deflasi sebenarnya dapat sangat merusak perekonomian.
Pj Bupati Sukamara, Rendy Lesmana mengungkapkan bahwa deflasi juga terjadi secara nasional, dan untuk di Kabupaten Sukamara deflasi di sumbang dari ayam potong. Selain mengalami deflasi, namun juga tercatat inflasi pada bulan ini sebesar 1,78.
“Ayam potong itu mengalami deflasi, yang deflasi ini kami waspadai juga, apalagi dalam waktu enam bulan berturut-turut,” ujar Rendy, Senin 7 Oktober 202
Rendy Lesmana menerangkan bahwa terjadinya deflasi tidak akan terjadi masalah ditingkat konsumen, karena harga jual relative terjangkau dan turun, namun ditingkat produsen akan terjadi kekhawatiran jika harga ayam potong terus menurun, karena itu Pemkab Sukamara juga terus melakukan pengawasan terhadap para peternak ayam potong diwilayah tersebut.
“Sehingga kami juga memberikan support kepada para pengusaha ayam potong, nanti kami dengar apakah ada pengaruhnya,” ucap Rendy Lesmana.
“Makanya dengan kondisi seperti ini saya akan meminta terus kepada teman-teman untuk terus turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi yang sebenarnya di lapangan. Jadi keseimbangan itu penting, deflasi terlalu tinggi juga tidak baik,” jelasnya.
Rendy Lesmana menerangkan, pihaknya akan membuat peraturan terkait ketahanan pangan, karena ketahanan pangan tidak hanya menjadi tugas perangkat daerah namun seluruh stakeholder juga harus ikut berperan.
“Jadi terkait ketahanan pangan ini tidak hanya tugas satu dinas, namun semua dinas, bahkan saya meminta minimal satu program per dinas untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Rendy Lesmana.
“Jadi silahkan dipikirkan kami kasih anggarannya dieksekusi dan harus kerja nyata, hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan terjaga,” tukas Rendy Lesmana.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post