SUKAMARA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, M Fakhmy Rizali mengatakan, bahwa pihaknya saat ini terus melakukan upaya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH).
Pasalnya dengan meningkatnya IKLH di Kabupaten Sukamara maka akan berdampak pada investasi, dengan kondisi lingkungan yang baik akan mendatangkan lebih banyak investasi untuk wilayah tersebut sehingga perekonomian Bumi Gawi Barinjam juga ikut meningkat.
M Fakhmy Rizali menjelaskan indikator kualitas lingkungan yang digunakan untuk menghitung IKLH terdiri dari 3 indikator yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), yang diukur berdasarkan parameter – parameter pH, TSS, DO, BOD, COD, Total Fosfat, Fecal Coli, dan NO3-N. Indeks Kualitas Udara (IKU) yang diukur berdasarkan parameter SO2 dan NO2, dan indeks tutupan lahan yang diukur berdasarkan luas tutupan hutan
“Untuk indeks kualitas air dan udara pada tahun 2022 dan 2023 kami sudah mencapai target, hanya indeks tutupan lahan yang masih belum mencapai target kami dan kami terus melakukan upaya untuk mencapai target,” jelasnya, Rabu, 6 Maret 2024.
Menurutnya, upaya yang dilakukan DLH Sukamara agar dapat mencapai target indeks tutupan lahan adalah dengan terus melakukan penanaman pohon diberbagai wilayah serta menambah ruang terbuka hijau di Kabupaten Sukamara.
“Kami terus melakukan penanaman pohon karena itu masuk salah satu nilai untuk menambah tutupan lahan di Kabupaten Sukamara agar bisa mencapai target diatas 50 persen yang saat ini masih dibawah 50 persen,” jelasnya.
M Fakhmy Rizali mengungkapkan jika Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai indikator pengelolaan lingkungan hidup merupakan perpaduan antara konsep Indeks Kualitas Lingkungan dan konsep Environmental Performance Index (EPI). IKLH dapat digunakan untuk menilai kinerja program perbaikan kualitas lingkungan hidup. Selain itu sebagai bahan informasi dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post