SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara Ahmadi menjelaskan jika masyarakat Dayak di Bumi Gawi Barinjam beberapa waktu lalu Beniat/bejanji semaya, bayar taruhan di Senggiang Duwata/Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Kajang Buka arai hanyut apabila takabup peniatan/pekaulan masyarakat.
Ahmadi yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sukamara yang mengikuti acara adat Bebayar Niat menerangkan jika pengaruh pandemi Covid-19 sangat terasa disegala sektor kehidupan baik di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, keagamaan dan sosial budaya.
“Kegiatan beniat ini dalam rangka dimana setahun lalu masyarakat menggelar acara adat dan berniat jika Covid-19 ini sudah bebas maka akan diadakan acara niat ini,” kata Ahmadi saat membuka acara adat Bebayar Niat, Minggu 25 September 2022.
“Hari ini kita bersama-sama di Sanggar Banua Desa Ajang akan menebus atau membayar tahur atas tolak bala Covid-19 tersebut,” terang Ahmadi, di Sanggar Banua Desa Ajang Kecamatan Permata Kecubung
Wabup Sukamara berharap dengan membayar niat yang dilakukan masyarakat Desa Ajang dapat membuat Kabupaten Sukamara terhindar dari segala macam musibah.
Sementara itu, Sunardi tokoh Dayak Ruku Mapam Desa Ajang Kecamatan Permata Kecubung mengatakan bahwa acara adat Sensarih Banua atau bebayar niat merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Ruku Mapam yang telah mendapatkan perlindungan terhadap adanya pandemi Covid -19 yakni.
“Ini merupakan adat kami setelah sebelumnya kami membuat adat tolak bala dari wabah Covid-19 dan Sensarih Banua ini atau bebayar niat adalah ucapan terimakasih kami kepada Sang Penguasa atau Senggiang Duwata yang telah menjaga kami dari Covid-19,” ujarnya.
(akh/matakalteng.com)






















Discussion about this post