KUALA PEMBUANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Seruyan, Budi Purwanto mengatakan, bahwa ada beberapa permasalahan yang menjadi isu regional di Bumi Gawi Hatantiring.
Hal ini dirinya ungkapkan berkaitan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Seruyan tahun 2025-2045.
Adapun beberapa isu regional tersebut seperti masih tingginya tuntutan masyarakat kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten agar secepatnya menyediakan barang-barang publik berupa jalan dan jembatan.
“Selanjutnya, keterbatasan lahan yang dimiliki oleh masyarakat lokal sebagai tempat usaha tani maupun usaha lainnya,” katanya.
Permasalahan lainnya yakni seperti rawan konflik kepentingan antara masyarakat lokal dengan kepentingan menjaga kawasan hutan, seperti hutan produksi (HP), hutan produksi tetap (HPT) dan hutan lindung (HL).
Kemudian ada permasalahan tata batas, baik tata batas kawasan hutan maupun tata batas wilayah administrasi. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga menjadi permasalahan tersendiri.
“Potensi dan obyek wisata belum dikembangkan secara optimal. Sementara itu, potensi pertambangan dan perkebunan kita cukup besar,” ujarnya.
Selain itu, pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya juga belum optimal. Masalah pembangunan yang belum merata, sehingga terdapat ketimpangan antara wilayah utara dan selatan. “Dan terdapat kawasan rawan bencana alam, berupa abrasi pantai, tanah longsor dan banjir,” pungkasnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post