PULANG PISAU – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) penderita penyakit Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dan DIARE mengalami peningkatan signifikan, pasca kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.
Yang mana sekitar 30 persen penduduk Pulpis mengidap ISPA dan 10 persen mengalami peningkatan terhadap penderita Diare. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Mulyanto B bahwa saat ini pihaknya telah berupaya penuh dalam penanganan penyakit ISPA.
“Dalam hal ini kami dari Dinas Kesehatan melalui setiap puskesmas-puskesmas sudah mengambil langkah antisipasi masker dan obat-obatan ISPA serta kami juga telah berkoordinasi ke Kementrian Kesehatan untuk mendapatkan bantuan logistik,” katanya.
Langkah tersebut diambil, Lanjut Mulyanto berdasarkan Index Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada 5 September 2019 di Kecamatan Jabiren Raya dengan status ISPU sangat tidak sehat dan Kecamatan Kahayan Hilir berstatus Berbahaya.
“Saat ini di dua kecamatan itu sangat berbahaya status ISPU-nya, sedangkan untuk daerah lain masih baik dan kebanyakan penderita ISPA dan terutama DIARE adalah bayi dan anak-anak,” tukasnya.
(ru/matakalteng.com)
















Discussion about this post