PALANGKA RAYA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo SP Kota Palangka Raya, Fifi Arvina menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung pengembangan program start-up, khususnya di daerah dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Dengan demikian masyarakat di daerah berpeluang membangun ekonomi digital. Ini tentunya akan mendukung visi misi Walikota Palangka Raya mewujudkan smart economy.
“Oleh sebab itu, dengan terlaksananya program Gerakan Nasional 1000 StartUp Digital yang dicanangkan pemerintah ini harapan saya dapat membawa dampak bagi perkembangan ekonomi di Kota Palangka Raya dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya, Senin 8 Agustus 2022.
Fifi menyebutkan bahwa perkembangan dunia digital saat ini telah merubah pola di masyarakat. Fenomena digitalisasi ini sejatinya terjadi di hampir semua sektor, dari mulai sektor bisnis, urusan publik dan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, sosial-politik, hingga dalam kehidupan domestik (keluarga).
“Terlebih pada masa pandemi membuat transformasi digital kian cepat dan tak terhindari karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas bisnis,” kata Fifi.
Fifi menyebutkan terkait Start-up, masyarakat sendiri pastinya sudah tidak asing lagi dan sudah terbayang di dalam pikiran kita adalah tentang sebuah perusahaan berbasis teknologi.
“Start-up, dapat diartikan sebagai perusahaan modern yang melibatkan teknologi dan inovasi dan dinilai cocok dengan karakteristik milenial dan generasi 7 yang melek akan teknologi,” terangnya.
Lebih lanjut Fifi menyebuktan, industri start-up yang dulu hanya diminati anak-anak IT, kini mulai diminati dari berbagai latar belakang Pendidikan lainnya. Baik dari kalangan akademisi, wiraswasta maupun pedagang yang berjualan secara konvensional telah merambah ke ruang start-up.
“Di era transformasi digital seperti sekarang ini, kita telah banyak melihat banyak anak muda Indonesia meraih kesuksesan dari bisnis startup.
Berdasarkan data start-up Ranking, per Maret 2022 terdapat 2.331 start-up di Indonesia dan menempati posisi 5 teratas di dunia, dan startup di Indonesia telah banyak mengembangkan bisnisnya di dunia internasional,” tandasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post