NANGA BULIK – Dengan semakin dekatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, suhu politik di Kabupaten Lamandau kian meningkat. Berbagai pihak mulai menunjukkan dukungan kepada calon favorit mereka, yang tak jarang disertai dengan tensi politik yang memanas. Mengantisipasi potensi konflik dan demi menjaga kedamaian serta persatuan di tengah masyarakat, para pemuda di Lamandau tidak tinggal diam. Mereka secara proaktif menggalang gerakan moral untuk menyejukkan suasana dan menanamkan nilai-nilai etika dalam berpolitik.
Salah satu figur yang menonjol dalam gerakan ini adalah Ujang Bento. Pemuda yang dikenal vokal ini menginisiasi kampanye untuk menjaga etika dalam berpolitik dan menghindari tindakan saling menghujat. Dalam sebuah pertemuan dengan Mata Kalteng yang diadakan di RM Mahda, Jalan Batu Batanggui, Jumat 21 Juni 2024.
Ujang Bento menyampaikan ajakannya kepada seluruh elemen masyarakat, baik calon pemimpin, pendukung, maupun masyarakat umum, untuk menciptakan suasana politik yang harmonis dan sehat.
“Kita semua harus menyadari bahwa Pilkada adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat kita saling bermusuhan,” tegas Ujang Bento.
Menurutnya, menjaga perdamaian dan persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyelenggara Pilkada, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga negara yang cinta damai.
Ujang Bento juga menyoroti peran media sosial dalam membentuk opini publik. Di era digital ini, arus informasi begitu cepat dan mudah diakses. Namun, hal ini juga membawa risiko tersebarnya berita hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memprovokasi emosi masyarakat.
“Jangan sampai kita terprovokasi oleh berita hoaks atau ujaran kebencian di media sosial. Kita harus lebih cerdas dalam menyaring informasi dan menjaga komunikasi yang positif,” imbuhnya.
Ia mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam konflik yang dipicu oleh informasi palsu.
Dalam kesempatan tersebut, Ujang Bento juga mengapresiasi kerja keras pihak keamanan dan penyelenggara Pilkada yang berupaya menciptakan suasana yang kondusif. Ia berharap, dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan, Pilkada 2024 di Lamandau dapat berlangsung dengan aman, damai, dan demokratis.
Ajakan Ujang Bento ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Banyak yang setuju bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun harus disikapi dengan bijak. Masyarakat diharapkan dapat lebih dewasa dalam menghadapi perbedaan dan lebih mengutamakan kepentingan bersama.
Dengan adanya inisiatif dari para pemuda seperti Ujang Bento, diharapkan suasana politik di Lamandau dapat tetap kondusif menjelang Pilkada 2024. Para pemuda Lamandau berharap bahwa upaya mereka dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah yang utama, apapun dinamika politik yang terjadi.
Menjaga kedamaian dalam proses Pilkada adalah sebuah tanggung jawab kolektif. Seiring semakin mendekatnya hari pemilihan, berbagai upaya harus terus digalakkan untuk mencegah terjadinya konflik. Pendidikan politik yang beretika dan literasi digital menjadi kunci penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan bijaksana dalam berdemokrasi.
Inisiatif yang dilakukan oleh Ujang Bento adalah salah satu langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif. Dirinya mengajak semua pihak untuk tidak hanya fokus pada kemenangan politik, tetapi juga pada bagaimana menjaga keharmonisan sosial. Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita saling menghormati dan bekerja sama demi kemajuan bersama.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga kedamaian, masyarakat Lamandau diharapkan dapat melalui Pilkada 2024 dengan aman dan penuh rasa persaudaraan. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia, khususnya di Lamandau, bisa berjalan dengan damai dan penuh integritas.
Diakhir pembicaraan, Ujang Bento juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau yang sudah mempunyai hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing. Jangan sampai tidak memilih atau golput.
(fm/matakalteng)






















Discussion about this post