KUALA KAPUAS – Dalam upaya menjaga dan merawat keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, serta sebagai motivasi bagi para anak-anak putra dan putri agar terinspirasi dalam seni musik budaya qasidah dalam balutan syiar dan syariat Islam, terutama dalam hal pengembangan diri untuk membentuk karakter masyarakat dan anak bangsa mulai dari anak-anak agar lebih mencintai syariat Islam.
Sehingga terciptanya akhlak yang baik dalam tatanan tata krama, yang santun antar sesama insan. Pergelaran Festival Seni Qasidah II tingkat Kabupaten Kapuas, bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta pada seni musik qasydah dan melestarikannya. Ada sekitar 345 peserta yang bersaing dalam masing-masing cabang yang diperlombakan, seperti seni tarik suara grup dan penabuh gendang rabana hingga Vokal Solo Putra dan Putri dalam ajang Festival hari ini.
Kegiatan berlangsung selama 2 hari sejak 21 dan 22 Juni 2024. Dr. H. Suwarno Muryat, S.Ag., M.Pd selaku Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kapuas, mengungkapkan bahwa banyak cabang yang dilombakan pada momentum FSQ II ini, salah satunya seperti lomba grup rabana yang mana pesertanya diikuti dari 7 Kecamatan. Memang pada cabang tersebut dari 17 Kecamatan ada 10 Kecamatan yang tidak mengirim pesertanya.
“Pastinya para juara dalam masing-masing cabang yang diperlombakan akan kita bina dan asah kembali. Guna meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam penguasaan cabang yang diikuti,” ungkap Suwarno, Sabtu 22 Juni 2024. Hal itu sebagai bentuk persiapan kita dalam menghadapi ajang FSQ tingkat Provinsi dan Nasional. Dengan harapan khususnya bagi para ketua LASQI di Kecamatan agar lebih terpacu agar dapat menghadapi tantangan yang datang.
Selain itu, seni musik klasik juga masuk kategori perlombaan pada ajang tersebut, tentunya seni musik klasik dalam lantunan religi Islam. Begitu juga dengan lomba Vokal Solo Putra dan Putri untuk syairnya masih dalam balutan Islam. Hal itu diterapkan sebagai upaya untuk menjaga dan merawat marwah syiar melalui syariat Islam.
Secara keseluruhan, Festival Seni Qasidah II adalah acara yang penuh dengan kegembiraan dan inspirasi, yang menggabungkan seni dan ketaqwaan dalam satu kesatuan yang indah. Acara ini menunjukkan bagaimana seni dapat digunakan sebagai alat untuk membangkitkan rasa cinta dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, serta sebagai sarana untuk membentuk karakter masyarakat dan anak bangsa.
(Angga/matakalteng)






















Discussion about this post