NANGA BULIK – Banjir yang melanda Kabupaten Lamandau sejak seminggu terakhir tidak hanya di terjadi di wilayah hulu Lamandau, hingga pantauan hari ini, Senin 14 September 2020 banjir juga telah terjadi di wilayah Kota Nanga Bulik.
Berdasarkan update data BPBD setempat, ribuan warga yang tersebar di 26 Desa yang berada di 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Lamandau terdampak banjir.
“Update hari ini, tercatat sudah ada 1.429 KK atau 3.406 jiwa terdampak banjir, selain itu tercatat 34 fasilitas umum dan 3 fasilitas juga terkena banjir cukup parah,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Edison Dewel.
Edison menambahkan, bahwa dari jumlah tersebut sebanyak 306 jiwa dari 91 KK terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman lantaran rumahnya terendam banjir parah. “Posko-posko pengungsian telah dibangun sejak beberapa hari lalu dan warga yang tempat tinggalnya terendam banjir sudah menempatinya,” ujarnya.
Terkait fasilitas ditempat pengungsian, kata Edison lagi, Pemerintah Daerah melalui BPBD secara rutin menyuplai bahan-bahan makanan ke setiap pos pengungsian, agar nantinya warga yang mengungsi dapat memasaknya di lokasi tersebut.
“Untuk kondisi terkini, Tinggi Muka Air (TMA) pagi ini, berada pada level 762 Cm atau naik 7 Cm dari minggu (13/9) sore kemarin, untuk itu kita imbau masyarakat tetap waspada dan segera mengungsi apabila masih bertahan dirumah yang terendam banjir,” jelas Edison.
Sejauh ini, kata dia lagi, Pemkab Lamandau melalui BPBD telah menyalurkan 500 paket sembako kepada warga terdampak banjir.
“Kendala yang dihadapi oleh tim dilapangan adalah kondisi jalan yang terendam banjir parah, sehingga menyulitkan proses penyaluran bantuan, namun demikian kita tetap berusaha maksimal agar logistik yang dibutuhkan warga terdampak banjir agar segera dapat disalurkan,” ucapnya.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post