• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, 15 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Puncak Kemarau Kotim Bergeser ke September, BMKG: El Nino Bikin Musim Kering Lebih Panjang

Puncak Kemarau Kotim Bergeser ke September, BMKG: El Nino Bikin Musim Kering Lebih Panjang

Rabu, 15 Juli 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:IST/MATA KALTENG - Simulasi pemadaman Karhutla di Kotim, 15 Juli 2026.

Foto:IST/MATA KALTENG - Simulasi pemadaman Karhutla di Kotim, 15 Juli 2026.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui prediksi musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Jika sebelumnya puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, hasil analisis terbaru menunjukkan puncaknya bergeser menjadi September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil pembaruan analisis klimatologi yang dilakukan BMKG berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga berita lainnya

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Pradiklat Paskibraka Kotim Dimulai, 75 Capaska Digembleng Fisik dan Mental Sebelum Masuk Asrama

Empat Desa di Kotim Minta Pasokan Air Bersih Rutin, BPBD Siapkan Skema Bersama Perumdam

BPBD Kotim Uji Kesiapsiagaan Tanpa Skenario, Nilai Respons Personel Baru Skor 3 dari 5

“Prediksi awal kami puncak musim kemarau berada di Agustus. Setelah dilakukan review dan analisis kembali, puncaknya bergeser menjadi September,” ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.

Menurut Mulyono, perubahan itu dipengaruhi oleh bergesernya awal musim kemarau. Pada akhir Juni, wilayah Kotim masih beberapa kali diguyur hujan, sehingga awal musim kemarau yang semula diperkirakan datang lebih cepat mengalami penyesuaian.

Ia menjelaskan, saat ini Kotim telah resmi memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan musim kemarau berlangsung mulai Juni hingga berakhir sekitar akhir Oktober atau sekitar lima bulan.

“Kalau dihitung mulai Juni sampai akhir Oktober, kurang lebih lima bulan. Ini termasuk cukup panjang dibanding beberapa tahun terakhir,” katanya.

Mulyono menyebut panjangnya musim kemarau tahun ini tidak lepas dari pengaruh fenomena El Nino yang intensitasnya meningkat menuju kategori kuat. Kondisi tersebut membuat curah hujan semakin berkurang sehingga kemarau terasa lebih panjang dan lebih kering.

“Tahun ini kita menghadapi musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino. Dampaknya kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama,” jelasnya.

Selain itu, arah angin yang kini didominasi dari sektor selatan hingga tenggara turut memperkuat kondisi kering di wilayah Kotim. Angin dari arah tersebut membawa massa udara yang relatif minim uap air sehingga peluang hujan semakin kecil.

Selama musim kemarau ini, suhu udara maksimum di Kotim tercatat berkisar 33 derajat Celsius. Meski demikian, menurut Mulyono, suhu tersebut belum berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan.

“Yang mengganggu penerbangan bukan suhu panasnya, tetapi kalau nanti muncul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun operasional transportasi udara.

“Kami mengimbau masyarakat menjaga lingkungan, tidak membakar lahan sembarangan, dan menjaga kesehatan karena beberapa pekan terakhir hujan mulai berkurang sementara cuaca terasa lebih panas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling terdampak selama musim kemarau panjang. Berkurangnya curah hujan menyebabkan cadangan air tanah ikut menurun sehingga petani disarankan menyesuaikan pola tanam.

“Untuk petani sebaiknya memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan atau tanaman yang kebutuhan airnya lebih sedikit agar tetap bisa bertahan selama musim kemarau,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Pradiklat Paskibraka Kotim Dimulai, 75 Capaska Digembleng Fisik dan Mental Sebelum Masuk Asrama

Next Post

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pradiklat Paskibraka Kotim Dimulai, 75 Capaska Digembleng Fisik dan Mental Sebelum Masuk Asrama

Rabu, 15 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Empat Desa di Kotim Minta Pasokan Air Bersih Rutin, BPBD Siapkan Skema Bersama Perumdam

Rabu, 15 Juli 2026
Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Uji Kesiapsiagaan Tanpa Skenario, Nilai Respons Personel Baru Skor 3 dari 5

Rabu, 15 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Karhutla Kotim Masih Akan Memburuk, Juli Jadi Bulan Terparah

Rabu, 15 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Ajukan Rp1,702 Triliun Rancangan KUA-PPAS 2027 ke DPRD

Senin, 13 Juli 2026
Load More
Next Post

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

Bau Sampah Masih Hantui SMPN 3 Sampit, Kepala Sekolah Berharap Ada Solusi Nyata

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Kotim Instruksikan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan

Sabtu, 11 Juli 2026

BPBD Kotim Tangani Dua Titik Karhutla, Satu Berada Dekat Kawasan Bandara

Jumat, 3 Juli 2026

Berawal dari Mimpi Kecil, Siswi SD Asal Sampit Sukses Bawa Kalimantan Tengah Jadi Juara Nasional

Selasa, 30 Juni 2026

Harga Telur Terus Turun, Pemkab Kotim Sidak Distributor untuk Jaga Stabilitas Pasokan dan Lindungi Peternak

Senin, 29 Juni 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12234 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5951 shares
    Share 2380 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3805 shares
    Share 1522 Tweet 951
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2788 shares
    Share 1115 Tweet 697
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK