SAMPIT – Sebanyak 75 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menjalani Pra Pendidikan dan Pelatihan (Pradiklat) sebagai bekal sebelum mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Koordinator pelaksana Pradiklat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim, Ninuk Ariani, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung sejak 1 Juli hingga 29 Juli 2026. Selama periode itu para Capaska menjalani latihan rutin sebanyak 13 kali pertemuan, yang dijadwalkan setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu.
“Pradiklat kami laksanakan mulai tanggal 1 sampai 29 Juli. Dalam satu minggu mereka berlatih tiga hari sehingga total ada 13 kali pertemuan,” ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Ninuk, Pradiklat bertujuan membentuk kesiapan fisik, mental, disiplin, dan karakter para calon anggota Paskibraka sebelum memasuki Pusdiklat yang sesungguhnya.
“Paling utama adalah menyiapkan fisik dan mental mereka sehingga saat memasuki Pusdiklat sudah benar-benar siap mengikuti seluruh tahapan pelatihan,” katanya.
Ia menjelaskan latihan dilaksanakan setiap pagi mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Jadwal pagi dipilih agar peserta dapat berlatih dalam kondisi cuaca yang masih sejuk sekaligus menghindari benturan waktu dengan kegiatan ibadah pada sore hari.
Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol melibatkan berbagai unsur sebagai pelatih. Personel berasal dari TNI, Polri, anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Kotawaringin Timur, tim kesehatan, serta panitia pendukung lainnya.
“Kami melibatkan pelatih dari TNI dan Polri, dibantu kakak-kakak PPI Kabupaten, tim kesehatan, dan panitia pendukung,” jelasnya.
Setelah Pradiklat berakhir, peserta diberi waktu sekitar tiga hari untuk kembali ke rumah masing-masing sebelum memasuki asrama Pusdiklat pada 4 Agustus 2026. Pusdiklat dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026, sebagai tahapan akhir sebelum bertugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Program pembinaan Paskibraka sendiri merupakan bagian dari pembentukan kader calon pemimpin bangsa yang tidak hanya mengutamakan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga penanaman nilai kebangsaan, kepemimpinan, disiplin, dan karakter sebagaimana menjadi pembinaan nasional Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
(dia/matakalteng)
















Discussion about this post