SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur sengaja memasukkan simulasi tanpa skenario dalam Gladi Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 guna menguji kemampuan nyata personel menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan simulasi tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada peserta sehingga seluruh respons yang muncul benar-benar mencerminkan kesiapan di lapangan.
“Kita ingin melihat kesiapan sesungguhnya, baik personel maupun alat-alatnya. Karena itu ada gladi skenario dan ada gladi non-skenario,” ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.
Dari hasil evaluasi awal, Multazam mengakui kesiapsiagaan personel masih perlu ditingkatkan.
“Kalau dinilai dari satu sampai lima, saya beri angka tiga. Masih perlu banyak perbaikan,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan dalam kondisi operasional sehari-hari BPBD telah menetapkan standar waktu keberangkatan yang cepat.
“Dari posko sampai siap berangkat, target minimal lima menit sudah bergerak menuju lokasi kejadian,” jelasnya.
Ia menjelaskan gladi kesiapsiagaan sengaja dilaksanakan sekarang karena eskalasi karhutla mulai meningkat. Bahkan sehari sebelumnya petugas menemukan lima titik kebakaran yang berhasil dipadamkan lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Selain menguji personel BPBD, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai perusahaan pemegang konsesi yang menampilkan peralatan pemadaman kebakaran milik masing-masing.
Menurut Multazam, sebagian besar alat yang dipamerkan bukan milik BPBD, melainkan milik perusahaan seperti BGA, Musim Mas Group, Sinar Mas, dan sejumlah perusahaan lainnya.
“Alat-alat itu tetap digunakan di wilayah konsesi mereka. Kami ingin memastikan semua benar-benar siap apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” katanya.
Ia menambahkan, apabila eskalasi karhutla terus meningkat, peralatan milik BPBD masih terbatas sehingga diperlukan dukungan seluruh pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat.
(dia/matakalteng)
















Discussion about this post