SAMPIT – Pemerintah Kecamatan Baamang menargetkan peningkatan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui penguatan pembinaan peserta sejak tingkat kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Camat Baamang, Yudi Afrianur, saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kecamatan Baamang Tahun 2026 di Baamang Hilir, Jumat 19 Juni 2026.
“Untuk itu, saya berharap kepada LPTQ Kecamatan Baamang bersama seluruh unsur terkait agar terus melakukan pembinaan dan penjaringan potensi putra-putri terbaik di wilayah Kecamatan Baamang. Kita tidak boleh kalah dari kecamatan lain. Masih banyak potensi yang harus kita temukan, bina, dan kembangkan sehingga pada masa mendatang seluruh cabang lomba dapat diikuti secara maksimal,” tegas Yudi, Jumat 19 Juni 2026.
Ia menjelaskan, MTQ dan FSQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membangun kesadaran masyarakat untuk membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi Qurani yang mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus menjadi kebanggaan daerah di berbagai ajang kompetisi.
Pada pelaksanaan tahun ini, MTQ mempertandingkan cabang tartil Al-Qur’an, tilawah Al-Qur’an, syarhil Qur’an, dan tahfidz Al-Qur’an yang diikuti 67 peserta dari kategori anak-anak, remaja, dan dewasa. Sementara FSQ mempertandingkan cabang gambus dan bintang vokalis pop religi dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang.
Yudi mengakui, belum seluruh cabang lomba dapat dilaksanakan karena keterbatasan jumlah peserta. Beberapa cabang seperti Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, dan Makalah Al-Qur’an belum dapat dipertandingkan pada tahun ini.
Meski demikian, hal tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan pembinaan agar seluruh cabang dapat diikuti secara maksimal pada pelaksanaan berikutnya.
“Melalui kegiatan ini kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Yudi juga mengingatkan bahwa pelaksanaan MTQ dan FSQ tahun ini digelar lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat peserta maupun masyarakat dalam mendukung syiar Islam.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti perlombaan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta terus tekun berlatih dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Ia menambahkan, hasil MTQ dan FSQ tingkat kecamatan akan menjadi dasar penentuan kafilah terbaik yang akan mewakili Kecamatan Baamang pada MTQ dan FSQ Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Mentaya Hulu.
Pemerintah Kecamatan Baamang berharap para peserta terbaik yang terpilih nantinya mampu mengharumkan nama daerah dan meningkatkan capaian prestasi Kecamatan Baamang pada ajang MTQ tingkat kabupaten maupun tingkat yang lebih tinggi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post