SAMPIT – Koperasi Merah Putih Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mempersiapkan operasional gerai usaha yang nantinya menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Eka Bahurui, Haris Bayu mengatakan, produk yang nantinya tersedia di gerai koperasi meliputi beras, minyak goreng, gas LPG hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. “Untuk sementara barang yang sudah ada seperti beras, minyak goreng, sembako, sabun dan kebutuhan harian lainnya. Nanti ke depan akan bertambah lagi,” kata Haris Bayu, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan, selama dua tahun awal operasional, pengelolaan program masih didampingi oleh dinas terkait. Sementara koperasi desa berperan mendukung jalannya program dan pengembangan anggota. “Selama dua tahun ini dari pihak dinas yang mengelola dan kami mendampingi. Untuk produk lengkapnya paling cepat masuk sekitar Agustus nanti,” ujarnya.
Selain menjual kebutuhan pokok, koperasi juga dipersiapkan untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan masyarakat. Namun karena wilayah Desa Eka Bahurui lebih dominan perkebunan dan hortikultura, koperasi nantinya akan menyesuaikan dengan potensi desa setempat. “Kalau pertanian besar tidak ada, tapi di sini banyak perkebunan sawit dan hortikultura seperti sayur-sayuran, terong, timun dan lainnya. Nantinya hasil masyarakat juga bisa masuk ke koperasi,” jelasnya.
Saat ini jumlah anggota koperasi tercatat sebanyak 118 orang dan diperkirakan terus bertambah seiring mulai beroperasinya gerai Koperasi Merah Putih. “Anggota sekarang ada 118 orang dan terus bertambah. Kami yakin masyarakat nanti tertarik bergabung setelah gerai ini berjalan,” katanya.
Haris mengungkapkan koperasi juga telah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk penyediaan beras dan minyak goreng. Bahkan anggota koperasi nantinya akan mendapatkan harga khusus yang lebih murah dibanding harga umum di pasaran. “Kalau anggota koperasi nanti ada kartunya sendiri, jadi harganya lebih murah dibanding warung biasa. Selisihnya mungkin sekitar Rp1.000 lebih murah,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak koperasi juga berupaya menjaga keseimbangan usaha agar tidak mematikan warung kecil milik warga sekitar. Karena itu, jam operasional sementara masih dibatasi mengikuti jam kerja kantor. “Sementara buka dari Senin sampai Jumat, mulai jam 07.00 sampai 14.00 WIB. Sabtu Minggu libur, karena kami juga mempertimbangkan warung-warung kecil supaya tetap bisa berjalan,” tuturnya.
Terkait persaingan dengan toko modern maupun minimarket, Haris optimistis Koperasi Merah Putih mampu berkembang karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan anggota koperasi. “Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa koperasi ini memang hadir untuk membantu warga, terutama soal kebutuhan pokok dan LPG,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Eka Bahurui, Rustiansa menambahkan keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi masyarakat desa sekaligus membantu menekan harga kebutuhan pokok. “Kami berharap koperasi ini benar-benar bisa membantu masyarakat dan menjadi wadah ekonomi desa yang bermanfaat untuk warga,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post