SAMPIT – Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sopir angkutan menjelang arus mudik Idul Fitri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan enam sopir terdeteksi positif narkoba. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kotim sebagai upaya memastikan keselamatan penumpang selama masa mudik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek penting untuk mengetahui kondisi kesehatan para pengemudi.
“Pemeriksaan kesehatan yang kami lakukan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, obesitas hingga pemeriksaan penggunaan narkoba bagi para sopir angkutan,” ujar Nugroho Kuncoro Yudho, Sabtu 14 Maret 2026. Dia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan tersebut dilaksanakan selama empat hari pada sejumlah titik berbeda dengan sasaran pengemudi angkutan yang beroperasi selama periode mudik Lebaran.
“Pemeriksaan ini dilakukan selama empat hari. Pada 13 Maret dilaksanakan di Terminal Patih Rumbih dengan sasaran sopir bus antar kota antar provinsi,” jelasnya. Selanjutnya pada 14 Maret pemeriksaan dilakukan di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center dengan sasaran sopir angkutan umum atau taksi. Kegiatan serupa juga dijadwalkan pada 15 Maret di Pos Pengamanan Kota Besi atau Bundaran Nenas dengan sasaran sopir angkutan umum.
Kemudian pada 16 Maret pemeriksaan kesehatan akan dilaksanakan di Dermaga Long Board dengan sasaran sopir angkutan sungai yang melayani penumpang selama masa mudik. Nugroho memaparkan, pada pemeriksaan yang dilakukan 13 Maret di Terminal Patih Rumbih, sebanyak 28 sopir bus antar kota antar provinsi menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Dinas Kesehatan Kotim.
“Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 20 orang dalam kondisi normal dan 8 orang mengalami tekanan darah tinggi. Untuk pemeriksaan gula darah terdapat 22 orang dalam kondisi normal dan 6 orang dengan gula darah tinggi,” paparnya. Dari pemeriksaan indeks massa tubuh juga ditemukan 10 sopir mengalami obesitas, sementara 18 orang lainnya berada dalam kondisi normal.
Sedangkan untuk pemeriksaan narkoba terhadap seluruh sopir yang diperiksa pada hari tersebut menunjukkan hasil negatif. Sementara itu pada pemeriksaan yang dilakukan 14 Maret di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center, sebanyak 26 sopir taksi menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
“Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 7 orang dalam kondisi normal dan 19 orang mengalami tekanan darah tinggi. Untuk pemeriksaan gula darah terdapat 23 orang dalam kondisi normal dan 3 orang dengan kadar gula darah tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, dari pemeriksaan indeks massa tubuh ditemukan satu orang sopir mengalami obesitas, 14 orang dalam kondisi normal, dan 8 orang pra obisitas. Sedangkan untuk pemeriksaan narkoba ditemukan enam orang sopir dengan hasil positif. Dia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik Lebaran.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post