SAMPIT – Aktivitas arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai meningkat menjelang Lebaran 2026. Salah satu kapal yang melayani rute Sampit–Semarang, KM Dharma Rucitra VI, tercatat memberangkatkan ratusan penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman.
Manager PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengatakan kapal tersebut berangkat dengan jumlah penumpang cukup tinggi dibandingkan hari biasa. “Hari ini KM Dharma Rucitra VI datang dari Sampit dan berangkat tujuan Semarang dengan membawa penumpang sebanyak 349 jiwa,” ujar Kacung Muhadi, Sabtu 7 Maret 2026.
Dia menambahkan, jumlah penumpang yang turun pada kedatangan sebelumnya juga cukup banyak, yakni mencapai sekitar 200 orang. Hal itu menandakan pergerakan penumpang melalui jalur laut mulai meningkat menjelang puncak arus mudik. Menurutnya, perusahaan telah merilis jadwal keberangkatan kapal dari Sampit menuju sejumlah kota tujuan utama seperti Semarang dan Surabaya.
Penjualan tiket bahkan sudah dibuka sejak beberapa hari lalu untuk mengakomodasi calon pemudik. “Kami sudah merilis jadwal, baik KM Dharma Rucitra VI dari Sampit tujuan Semarang maupun KM Kirana III dari Sampit tujuan Surabaya. Penjualan tiket sudah kami lakukan sejak hari Minggu kemarin,” jelasnya.
Ia menyebutkan kapasitas masing-masing kapal berbeda. KM Dharma Rucitra VI memiliki daya angkut 372 penumpang, sedangkan KM Kirana III mampu menampung hingga 598 penumpang. Menjelang puncak arus mudik, beberapa jadwal keberangkatan bahkan sudah dipenuhi calon penumpang.
“Untuk keberangkatan tanggal 15 Maret sudah penuh. Saat ini yang masih tersedia untuk tujuan Semarang tanggal 18 Maret dan Surabaya tanggal 19 Maret,” ungkapnya. Pihak perusahaan saat ini juga tengah mengajukan dispensasi tambahan kuota penumpang untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Jika disetujui, kemungkinan akan ada tambahan slot penumpang yang bisa dibuka.
“Dispensasi masih kami proses. Jadi ada kemungkinan nanti bisa membuka slot lagi jika sudah ada keputusan,” katanya. Terkait kemungkinan kenaikan harga tiket akibat isu kenaikan harga minyak dunia imbas konflik di Timur Tengah, pihaknya mengaku masih menunggu arahan dari manajemen pusat.
“Kalau soal itu nanti kami koordinasikan dengan manajemen kantor pusat. Kita lihat perkembangan lebih lanjutnya bagaimana,” ujarnya. Untuk musim mudik Lebaran tahun ini, rute Sampit menuju Semarang dijadwalkan memiliki empat kali keberangkatan hingga mendekati hari H Lebaran. Jumlah yang sama juga disiapkan untuk rute Sampit menuju Surabaya, sementara untuk arus balik dijadwalkan sebanyak tiga kali keberangkatan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post