SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 24 Februari 2026, sedikitnya empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani lebih dari 11 ribu penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah, santri pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Umar Kaderi mengatakan program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan di daerah tersebut.
“Kami mengharapkan MBG di Kabupaten Kotawaringin Timur ini menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal secara nyata. Semoga ke depannya seluruh penerima manfaat di Kotim bisa segera terlayani oleh program MBG,” ujar Umar Kaderi, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, program MBG dilaksanakan melalui layanan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan. Saat ini terdapat empat SPPG yang telah beroperasi, yakni SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir, SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu, SPPG Kotim Baamang Baamang Tengah, dan SPPG Kotim Parenggean Parenggean.
Selain itu, dua SPPG lainnya sedang dalam proses persiapan operasional dan akan segera beroperasi, yakni SPPG Kotim Baamang Baamang Barat serta SPPG Kotim Cempaga Hulu Desa Pelantaran. Kedua fasilitas tersebut merupakan bagian dari SPPG Polri.
“Tak hanya di wilayah perkotaan, program ini juga menjangkau daerah terpencil melalui penyediaan SPPG di kawasan 3T. Di Kotim, sebaran SPPG 3T terdapat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Telaga Antang,” bebernya. Bahkan saat ini juga sedang berlangsung pembangunan satu SPPG 3T di Kecamatan Antang Kalang tepatnya di Desa Tumbang Ramei.
Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah serta kelompok rentan guna mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan konsentrasi belajar. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan supplier dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Dari total lebih dari 11.000 penerima manfaat, rinciannya yakni SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir melayani 3.430 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik dan non tenaga kependidikan, pondok pesantren serta kelompok 3B,” sebutnya. Kemudian SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu melayani 2.866 penerima manfaat dari kategori yang sama.
Selanjutnya, SPPG Kotim Baamang Baamang Barat melayani 2.498 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik dan non tenaga kependidikan serta kelompok 3B. Sementara SPPG Kotim Parenggean Parenggean melayani 2.561 penerima manfaat dari kategori yang sama.
Dalam pelaksanaannya, program MBG juga didukung oleh 177 relawan yang berasal dari masyarakat lokal dan bertugas di masing-masing SPPG. Selain itu, supplier lokal juga dilibatkan untuk memasok berbagai kebutuhan bahan pangan seperti ayam, ikan, sayur, buah, telur, tahu-tempe, susu hingga kebutuhan gas.
“Partisipasi UMKM lokal juga turut mendukung program ini dengan menyediakan berbagai produk tambahan seperti roti, kue, serta makanan tambahan lainnya, sehingga program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi di daerah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post