SAMPIT – Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Tiariyanto, memastikan 40 jemaah umroh asal Kotim yang tengah berada di Tanah Suci dalam kondisi aman meski situasi Timur Tengah memanas akibat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Para jemaah diketahui berangkat pada 22 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Maret 2026.
“Untuk sampai saat ini memang belum ada informasi bahwa jemaah Kotim yang berangkat umroh itu tertahan di Mekkah ataupun Madinah,” ujar Tiariyanto, Selasa 3 Maret 2026.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah menuju Indonesia tanpa transit di negara-negara terdampak konflik. Karena itu, tidak ada kendala berarti terhadap jadwal kepulangan mereka.
“Karena mereka menggunakan maskapai yang langsung dari Jeddah ke Indonesia dan tidak transit di negara-negara yang sedang berkonflik,” tegasnya.
Informasi tersebut, lanjutnya, diperoleh dari laporan resmi biro travel melalui sistem Siskopatu yang wajib diinput sebelum keberangkatan.
Ia juga memastikan hingga kini belum ada laporan pembatalan dari 13 biro travel umroh berizin di Kotim, meski kementerian pusat telah mengimbau calon jemaah yang belum berangkat untuk mempertimbangkan penundaan hingga situasi kembali normal.
“Pada 2025 tercatat sebanyak 216 jemaah haji asal Kotim, sedangkan jumlah jemaah umroh dalam setahun mencapai lebih dari seribu orang,”ucapnya.
Dengan sistem pengawasan dan laporan yang berjalan, ia menegaskan keberangkatan dan kepulangan jemaah tetap terpantau.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post