SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaruh harapan besar pada pengembangan wisata Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi sebagai salah satu proyek strategis daerah tahun 2026.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi unggulan baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
Kepala Bapperida Kotim Alang Arianto menegaskan, pengembangan wisata Pulau Hanibung ditargetkan sudah terwujud sebelum masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kotim berakhir pada 2029.
“Harapan kami, proyek strategis pengembangan wisata Pulau Hanibung ini sudah bisa diwujudkan sampai masa jabatan bupati dan wakil bupati berakhir di tahun 2029, sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun secara teknis penanggung jawab utama pengembangan kawasan wisata tersebut berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, namun pelaksanaannya tidak bisa berjalan sendiri.
“Diperlukan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar pengembangan Pulau Hanibung dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan,”tegasnya.
Menurut Alang, Bapperida Kotim memiliki peran strategis dalam mendukung proyek tersebut, terutama dalam penyusunan dokumen perencanaan jangka panjang.
Salah satu langkah penting yang akan dilakukan adalah menyiapkan master plan pengembangan Pulau Hanibung sebagai acuan bersama lintas OPD, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Pengerjaan ini harus dilakukan secara gotong royong oleh seluruh OPD. Bapperida akan mengambil peran dalam penyusunan master plan, agar pengembangan Pulau Hanibung memiliki arah yang jelas, mulai dari konsep, tahapan pembangunan, hingga integrasi dengan rencana pembangunan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan master plan menjadi kunci agar pengembangan wisata tidak bersifat parsial atau sporadis. Dengan perencanaan yang matang, setiap OPD dapat berkontribusi sesuai tupoksi masing-masing, baik dari sisi infrastruktur, lingkungan, promosi, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan regulasi.
Alang juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Pulau Hanibung diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga contoh pengembangan kawasan yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal, sehingga mampu menjadi daya tarik jangka panjang.
“Kalau direncanakan dengan baik sejak awal, Pulau Hanibung bukan hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga ikon pariwisata Kotim yang berkelanjutan dan membanggakan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post