DAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memberikan sinyal bahwa pelantikan pejabat untuk mengisi 11 jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim kemungkinan akan dilaksanakan pada akhir bulan ini. Hal ini disampaikan Halikinnor di sela-sela kegiatan pemerintah, dengan alasan saat ini dirinya masih menjalani sesi pengobatan sehingga jadwal pelantikan belum dapat dipastikan secara resmi.
“Saya kemungkinan akan melantik pejabat di akhir bulan, karena saat ini saya masih dalam sesi pengobatan. Semoga semuanya bisa berjalan sesuai rencana dan kesehatan saya juga tetap mendukung proses pelantikan nantinya,” ujar Halikinnor, Sabtu 10 Januari 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah akhir proses seleksi terbuka atau lelang untuk pengisian 11 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan pemerintah daerah Kotim. Tahapan seleksi telah memasuki fase penentuan akhir, setelah serangkaian uji kompetensi, penulisan makalah, asesmen manajerial, hingga wawancara bagi para calon peserta.
“Proses lelang jabatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengisi posisi-posisi strategis yang belum terisi definitif, sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik berjalan optimal,” ujarnya. Sebanyak 46 peserta mengikuti seluruh rangkaian seleksi, namun hanya 33 kandidat yang lolos sebagai tiga besar untuk masing-masing posisi, yang kini menunggu penetapan dan pelantikan oleh Bupati.
Posisi yang dilelang meliputi jabatan eselon II atau setingkat kepala organisasi perangkat daerah, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan, hingga Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makkalepu, mengatakan bahwa penetapan tiga besar telah dituangkan dalam pengumuman resmi Panitia Seleksi Nomor 800/10/PANSEL-JPT-KOTIM/2026.
“Meski demikian, jadwal pelantikan masih menunggu arahan dan keputusan dari Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” ungkapnya. Proses seleksi terbuka jabatan strategis tersebut dilaksanakan dengan mekanisme yang transparan dan sesuai aturan, dengan tujuan mendapatkan pemimpin perangkat daerah yang kompeten dalam manajerial, kepemimpinan, dan kepekaan sosial budaya.
Tahapan seleksi yang sudah dilaksanakan meliputi mekanisme administratif, uji kompetensi, serta presentasi makalah dan wawancara yang ketat. Langkah lelang jabatan ini juga mendapat respons antusias dari kalangan ASN, dengan puluhan pejabat tercatat telah mendaftar sebagai peserta sejak pembukaan pendaftaran pada November 2025. Prosesnya sendiri sudah dimulai sejak 19 November 2025 dan berakhir dengan pengumuman hasil akhir seleksi pada awal Januari 2026.
Dengan selesainya tahapan seleksi dan penetapan tiga besar calon pejabat strategis, perhatian kini tertuju pada penetapan definitif serta pelantikan yang akan menjadi momentum penting dalam penyegaran birokrasi di lingkungan Pemkab Kotim. Bupati Halikinnor berharap situasi kesehatan dirinya cepat membaik sehingga semua agenda pelantikan dapat berjalan lancar pada akhir bulan ini sebagaimana direncanakan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post