SAMPIT – Kecintaan terhadap hewan peliharaan mengantarkan Singgih Purwanto, warga asli Sampit, menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam ajang Sampit Cat Show. Pria yang telah hampir satu dekade memelihara kucing ini mengaku merawat kucing bukan sekadar hobi, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan dan keluarga.
“Saya asli dari Sampit, memelihara kucing sejak tahun 2016. Awalnya dari kucing Persia, lalu berkembang sampai sekarang memelihara kucing Maine Coon,” ujar Singgih saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu 10 Januari 2026. Menurutnya, memelihara kucing memberikan kepuasan tersendiri. Ia bahkan menyamakan proses perawatan kucing seperti merawat anak sendiri, mulai dari memberi makan, menjaga kesehatan, hingga memastikan kenyamanan hewan peliharaannya setiap hari.
“Saya senang sekali memelihara kucing. Ada kepuasan tersendiri, kita rawat seperti anak sendiri,” ucapnya. Saat ini, Singgih memiliki tujuh ekor kucing di rumahnya, terdiri dari enam ekor kucing ras Maine Coon dan satu ekor kucing Persia. Ia menjelaskan, untuk memelihara kucing ras seperti Maine Coon dibutuhkan komitmen dan perhatian ekstra, baik dari segi waktu maupun biaya.
“Untuk perawatan Maine Coon, rata-rata bisa sekitar satu juta sampai Rp5 juta. Itu sudah termasuk makanan, grooming, dan perawatan lainnya yang dilakukan di rumah,” jelasnya. Singgih menambahkan, kucing yang dirawat dengan baik memiliki usia hidup yang cukup panjang. Bahkan, kucing dapat hidup hingga belasan tahun jika kesehatannya terjaga dengan baik.
“Rata-rata kucing kalau umurnya panjang bisa sampai 15 tahun. Kebetulan saya dan istri memang sama-sama pecinta kucing,” katanya. Dia juga menceritakan asal-usul kucing Maine Coon yang dipeliharanya. Beberapa di antaranya diadopsi dari Banjarbaru. Berdasarkan informasi dari breeder, kucing Maine Coon tersebut memiliki garis keturunan impor dari luar negeri.
“Kemarin Maine Coon ini saya adopsi dari Banjarbaru. Dari breeder dijelaskan ada kucing yang impor dari Rusia dan Amerika,” ungkapnya. Terkait nilai dan kualitas, Singgih menyebut kucing Maine Coon bersertifikat memiliki harga yang cukup tinggi. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh lembaga internasional bernama CFA (Cat Fanciers’ Association) yang berbasis di Amerika Serikat.
“Kalau Maine Coon yang bersertifikat, kisarannya bisa Rp15 sampai Rp25 juta. Sertifikatnya dari CFA yang dikeluarkan dari Amerika. Kalau yang tanpa sertifikat, harganya bisa di kisaran Rp5 sampai Rp10 juta,” terangnya. Keikutsertaan Singgih dalam Sampit Cat Show bukan yang pertama. Ia mengaku telah mengikuti kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Bahkan, salah satu kucing miliknya berhasil meraih prestasi membanggakan.
“Kebetulan tahun kemarin juga ikut, dan alhamdulillah kucing saya sempat juara satu, the best secara umum,” katanya dengan bangga. Menurut Singgih, kegiatan seperti Sampit Cat Show memiliki banyak manfaat, terutama sebagai wadah komunikasi antar pecinta kucing. Melalui ajang ini, para pemilik kucing dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan seputar jenis, karakter, hingga perawatan kucing.
“Ini jadi sarana komunikasi sesama pecinta kucing. Kadang ada jenis kucing yang belum kita tahu, jadi di sini kita bisa saling berbagi informasi,” ujarnya. Dia juga menilai antusiasme masyarakat yang datang menonton cukup tinggi. Banyak pengunjung tertarik melihat langsung berbagai jenis kucing yang ditampilkan, karena kucing identik dengan hewan yang lucu dan menarik perhatian.
“Masyarakat yang nonton itu penasaran. Lihat kucingnya lucu, ada juga yang cantik, jadi bertanya-tanya ini jenis kucing apa,” ucapnya. Melalui kegiatan ini, Singgih berharap minat masyarakat terhadap dunia pecinta kucing semakin meningkat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya merawat hewan peliharaan dengan penuh tanggung jawab. “Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus ada dan makin berkembang, supaya pecinta kucing di Sampit bisa terus berkembang dan dikenal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post