SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap pelaksanaan expo daerah pada tahun-tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim. Menurutnya, keikutsertaan perusahaan menjadi penting karena memiliki peran strategis dalam pembinaan masyarakat, termasuk koperasi dan badan usaha milik desa (BUMDes).
“Harapan saya dalam kegiatan expo tahun depan ada lebih banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kotim ikut berpartisipasi, terutama karena kita ketahui perusahaan ini juga memiliki binaan-binaan,” ujar Halikinnor, Sabtu 10 Januari 2026. Dia menilai, selama ini banyak perusahaan di Kotim yang aktif melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha masyarakat, baik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun kemitraan ekonomi.
Prestasi dan hasil karya dari binaan tersebut, lanjutnya, seharusnya bisa ditampilkan dalam kegiatan expo agar diketahui oleh masyarakat luas. “Prestasi dari binaan mereka itu bisa ditampilkan dalam kegiatan expo, sehingga apa yang sudah dihasilkan tidak hanya dinikmati di lingkungan terbatas, tapi bisa dikenal lebih luas,” ucapnya. Halikinnor juga menyoroti keberadaan Koperasi Merah Putih yang saat ini menjadi salah satu binaan perusahaan.
Menurutnya, koperasi tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan ruang promosi yang lebih luas melalui ajang expo daerah. “Sekarang juga ada Koperasi Merah Putih yang masuk dalam binaan perusahaan. Ini tentu peluang besar untuk kita tampilkan, agar masyarakat tahu dan ke depan bisa semakin berkembang,” katanya. Selain koperasi, ia juga berharap keterlibatan badan usaha milik desa (BUMDes) dapat lebih dimaksimalkan.
Halikinnor menilai, banyak BUMDes di Kotim yang telah menghasilkan produk dan karya, namun belum semuanya dikenal oleh publik karena keterbatasan promosi. “BUMDes juga kita harapkan terlibat nantinya untuk menampilkan karya mereka, sehingga yang belum dikenal bisa dikenal. Expo ini harus menjadi etalase bersama bagi seluruh potensi daerah,” tegasnya.
Menurut Halikinnor, keterlibatan perusahaan, koperasi, dan BUMDes dalam expo tidak hanya berdampak pada promosi produk, tetapi juga mendorong kolaborasi antar pelaku usaha, meningkatkan kepercayaan diri masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi antara dunia usaha, desa, dan pelaku UMKM agar expo tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan ekonomi Kotim. “Kalau semua pihak terlibat, mulai dari perusahaan, binaan, koperasi, hingga BUMDes, maka expo akan menjadi ajang yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkenalkan potensi Kotim secara menyeluruh,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post