SAMPIT – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin semarak dengan digelarnya Sampit Expo 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Festival Budaya Habaring Hurung. Dua agenda besar ini menjadi wadah penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus pelestarian budaya lokal yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai sektor.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Disdagkop UKM Perindag) Kotim Johny Tangkere menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Sampit Expo dan Festival Habaring Hurung 2026,” ujarnya, Kamis 8 Januari 2026.
Johny menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 188.45/0271/HUK-PROKOPIM/2025 tentang Panitia Pelaksana Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025, Pisah Sambut Tahun Baru 2025–2026, serta Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026.
Sampit Expo 2026 terlaksana melalui kerja sama dengan UMKM Harati Jaya selaku event organizer. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan dan merangkul UMKM agar menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Secara keseluruhan, jumlah peserta Sampit Expo 2026 tercatat kurang lebih 165 peserta. Rinciannya terdiri dari 60 stand instansi OPD, BUMN, BUMD, perusahaan, dan perbankan, 35 stand UMKM ukuran 3×3 meter, 25 stand UMKM outdoor ukuran 5×5 meter, serta 45 lapak UMKM kaki lima yang tersebar di area pameran,”bebernya.
Johny menambahkan, stand dari instansi OPD, BUMN, BUMD, perusahaan, dan perbankan akan dinilai oleh dewan juri independen. Penilaian meliputi estetika stand, kesesuaian dengan tema, serta kualitas penyajian dan pelayanan kepada pengunjung.
“Penghargaan bagi stand terbaik akan diberikan pada acara penutupan Sampit Expo pada 14 Januari 2026,”ungkap Johny.
Selain pameran, Sampit Expo 2026 juga dimeriahkan dengan hiburan dari artis nasional Juan Reza Tabola Bale, Juwita Bahar, dan Nasha Aqila, serta sejumlah artis lainnya dari Palangkaraya dan Sampit yang turut menghibur masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Bersamaan dengan itu, Festival Budaya Habaring Hurung digelar dengan melombakan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional. Festival ini menjadi upaya konkret dalam melestarikan warisan leluhur, memperkuat identitas diri, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kotawaringin Timur,”ucapnya.
Pada tahun ini pula, untuk pertama kalinya dilaksanakan pameran Dekranasda melalui Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 yang dipusatkan di Gedung Futsal Indoor.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan berbagai perlombaan kerajinan, di antaranya lomba menjawet, lomba ecoprint, dan lomba mewarnai, yang diikuti peserta dari kecamatan-kecamatan serta sekolah-sekolah se-Kotim.
Melalui rangkaian Sampit Expo, Festival Habaring Hurung, dan Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 yang berlangsung selama sepekan, pemerintah daerah memproyeksikan terjadinya perputaran ekonomi yang signifikan.
“Potensi transaksi jual beli masyarakat di dalam area pameran diperkirakan mencapai Rp4 miliar, potensi omzet penyelenggara kegiatan sebesar Rp2 miliar, serta potensi pendapatan lain-lain seperti parkir dan transaksi di luar area pameran mencapai Rp1,5 miliar,”tegasnya.
Selain itu, potensi pendapatan daerah melalui retribusi parkir, kebersihan, dan lainnya diproyeksikan sebesar Rp150 juta.
Johny berharap, kemeriahan rangkaian acara Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur ini mampu menggaet pertumbuhan ekonomi dan budaya daerah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post