SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, memaparkan capaian pembangunan daerah dalam Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa 30 Desember 2025.
Dalam penyampaiannya, Irawati menegaskan bahwa secara umum indikator makro pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan tren positif dan melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan.
“Pertumbuhan ekonomi Kotim hingga Desember 2025 mencapai 6,07 persen, melampaui target 4,68 persen,”ujarnya, Selasa 30 Desember 2025.
Capaian tersebut, menurutnya, mencerminkan geliat ekonomi daerah yang semakin kuat, khususnya pada sektor industri pengolahan, terutama makanan dan minuman, serta meningkatnya nilai tambah komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya.
“Pertumbuhan ekonomi kita berada di atas target. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan sektor-sektor unggulan daerah mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kotim,” ujar Irawati.
Di sisi lain, Irawati juga menyoroti capaian tingkat kemiskinan yang pada Desember 2025 berada di angka 5,83 persen. Angka tersebut memang masih berada di atas target 5,01 persen, namun ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya mobilitas penduduk di Kotim sebagai daerah tujuan kerja dan usaha.
Hal ini menyebabkan dinamika data kemiskinan menjadi lebih fluktuatif dibandingkan daerah lain.
“Tingginya mobilitas penduduk menjadi tantangan tersendiri. Namun pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Untuk tingkat pengangguran terbuka, Irawati menyebutkan terjadi penurunan menjadi 4,56 persen dibandingkan target 4,94 persen. Penurunan ini dinilai sebagai indikator membaiknya serapan tenaga kerja di Kotim seiring dengan pulih dan tumbuhnya sektor-sektor ekonomi strategis.
“Penurunan pengangguran ini adalah sinyal positif bahwa dunia usaha dan industri di Kotim mulai mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal,” katanya.
Capaian positif juga terlihat pada indeks gini yang berada di angka 0,268, lebih rendah dari target 0,35. Menurut Irawati, kondisi ini menunjukkan ketimpangan pendapatan di Kotim relatif terkendali, sekaligus mencerminkan pemerataan hasil pembangunan yang semakin membaik.
Selain itu, tingkat inflasi di Kotim hingga akhir 2025 tercatat sebesar 2,54 persen, masih berada dalam rentang target 2–4 persen.
Irawati menegaskan bahwa inflasi yang terkendali merupakan hasil sinergi pengendalian harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan akhir tahun.
“Inflasi yang terjaga ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotim juga menunjukkan peningkatan. Hingga Desember 2025, IPM Kotim mencapai 74,96, melampaui target 74,35 atau meningkat sebesar 0,61 persen.
Peningkatan ini, kata Irawati, tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
“IPM yang terus meningkat menjadi bukti bahwa pembangunan manusia tetap menjadi prioritas utama. Kita ingin pertumbuhan ekonomi sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Irawati menekankan bahwa hasil evaluasi akhir tahun ini harus menjadi dasar perbaikan dan penguatan kebijakan pembangunan ke depan. Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri, tetapi terus meningkatkan kinerja dan sinergi lintas sektor.
“Capaian ini patut kita syukuri, namun tantangan ke depan masih besar. Evaluasi ini menjadi pijakan penting agar pembangunan Kotawaringin Timur di tahun-tahun mendatang semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post